Di satu sisi, sebagai orang tua kita menginginkan anak mencapai sesuatu yang kita perkirakan baik untuknya. Tapi di sisi lainnya, mereka punya keinginan sendiri yang tak sesuai dengan yang diinginkan orang tua.
Perbedaan itu membuat hubungan orang tua dengan anak menjadi tidak harmonis. Anak jadi tak mau berbicara pada orang tua. Sedangkan orang tua mulai tak punya waktu untuk meladeni sang anak.
Akhirnya, rumah menjadi tak hangat lagi. Semua sibuk dengan dirinya sendiri.
Anda sedang berada di posisi itu dan ingin memperbaikinya? Ingin anak menjadi seperti teman tempat Anda saling bercerita? Dilansir dari Parent Happy Kids, Kamis (25/7), inilah lima rahasia agar hubungan orang tua dengan anak tetap akrab.
1. Respons pembicaraan anak
Dibutuhkan disiplin diri yang nyata untuk melepaskan diri dari layar atau kesibukan Anda untuk menjawab pertanyaan anak, tetapi bagaimana Anda menanggapi ucapan anak sangat penting dalam membangun kedekatan.
Nantinya, ketika Anda mencoba membuatnya bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah hari ini, tapi Anda tak mau mendengarkan ketika ia ingin bercerita, maka anak akan menutup diri.
Jika pun Anda tidak dapat menanggapi apa yang diungkapkan anak Anda saat ini, setidaknya dengarkan dahulu apa yang diucapkannya dan katakan hal ini.
"Kedengarannya kamu khawatir tentang itu. Kedengarannya seperti tekanan yang besar. Namun, saat ini aku benar-benar harus menghadiri rapat, tetapi aku mendengar betapa pentingnya hal ini bagimu. Bisakah kita bicarakan pertunjukanmu saat aku pulang malam ini?"
Dengan mengatakan itu, anak Anda tidak akan begitu tertarik untuk berbicara malam ini dan dia mendengar bahwa Anda peduli. Sehingga ketika Anda luang, anak Anda akan membuka diri.
2. Latih diri Anda untuk menanggapi dengan empati
Jika anak Anda suatu hari mengeluhkan sesuatu ketika sedang bersama Anda, di situlah kesabaran Anda diuji.
Sebelum kita menyadarinya, akan ada suara-suara yang meninggi dan sikap defensif, diikuti oleh keheningan yang masam dan rasa saling kesal. Satu batu bata lagi di antara Anda dan anak Anda.
Namun mungkin itu semua hanya kesalahpahaman. Karena komentar anak atau remaja juga merupakan tawaran; dia sebenarnya bertanya apakah Anda akan bersimpati padanya?
Anda hanyalah manusia, jadi wajar saja Anda merasa diserang dan ingin membentaknya. Namun, jika Anda dapat menarik napas dalam-dalam dan menanggapinya dengan empati, Anda akan menemukan bahwa Anda dapat membalikkan seluruh situasi.
3. Sabar menghadapi anak
Apakah Anda pernah mencoba berbincang dengan anak, tapi mereka malah meresponsnya dengan negatif?
Jika iya, semua orang sepertinya banyak mengalaminya. Hal itu tak berarti wajar. Akan tetapi, Anda juga tak bisa langsung kecewa begitu saja.
Secara perlahan, coba evaluasi lagi bagaimana Anda memulai percakapan tersebut. Sudahkah menyesuaikan dengan perasaan anak?
4. Akui jika sakit hati karena anak
Jika suatu hari anak Anda membuat Anda merasa sakit hati, jangan marah. Tetapi katakanlah dengan lembut bahwa ucapan mereka menyakit hati.
Nanti, saat Anda tidak lagi merasa sakit hati dan marah, Anda dapat memberi tahu mereka bagaimana perasaan Anda saat mendapat respons itu.
Cobalah untuk hanya membicarakan perasaan Anda, bukan tentang kesalahannya, dan ajak mereka untuk berbagi rasa kesal yang menjadi pemicu respons menyakitkan mereka terhadap Anda.
5. Luangkan waktu secara rutin untuk interaksi yang intim
Sering kali, kita menghabiskan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu hanya untuk mengatur jadwal anak-anak, tanpa meluangkan waktu untuk benar-benar terhubung.
Dan kebanyakan orang tua tidak dapat membayangkan di mana mereka akan menemukan lebih banyak waktu untuk terhubung. Jadi, carilah kesempatan yang sudah ada dalam jadwal Anda, di mana Anda dapat memperlambat dan menciptakan kesempatan untuk kedekatan.
Mungkin saat Anda membantunya menata rambutnya di pagi hari, dan meluangkan banyak waktu untuk memeluk dan menciumnya, atau saat Anda berada di dalam mobil hanya dengan satu anak di sore hari, atau saat tidur saat Anda berbaring dengan setiap anak selama sepuluh menit.
Pastikan Anda memulai pelukan selamat pagi dan pelukan selamat tinggal. Saat Anda bersama anak Anda, matikan perangkat Anda untuk memungkinkan interaksi alami saat itu semakin dalam di antara Anda.
Keintiman adalah sebuah tarian. Keintiman akan semakin dalam atau terkikis oleh setiap interaksi yang kita lakukan.