Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 02.23 WIB

Anak yang Banyak Dikritik saat Tumbuh Dewasa, Biasanya Memiliki 7 Ciri Unik Ini Menurut Psikologi

7 Ciri Unik Orang yang Terlalu Banyak Dikritik Saat Tumbuh Dewasa, Menurut Psikologi (closed woman) - Image

7 Ciri Unik Orang yang Terlalu Banyak Dikritik Saat Tumbuh Dewasa, Menurut Psikologi (closed woman)

JawaPos.com – Beberapa anak yang tumbuh dewasa pernah berjuang keras dalam menghadapi sebuah kritik.
 
Bahkan bagi sebagian dari kita, kritik adalah teman sehari-hari mulai dari kecil hingga bertumbuh dewasa.

Untuk diketahui, kritik yang memojokkan dapat meninggalkan bekas luka yang dalam, yang membentuk kepribadian kita dengan cara yang unik.

Psikologi memberi tahu kita bahwa mereka yang terlalu banyak dikritik saat kanak-kanak sering kali mengembangkan sifat-sifat tertentu yang berbeda.

Dikutip dari ideapod.com, Selasa (23/7), kita akan mengetahui 7 sifat unik orang-orang yang terlalu banyak dikritik saat tumbuh dewasa.

1. Sangat sensitif terhadap kritik

Orang-orang yang terlalu banyak dikritik saat tumbuh dewasa seringkali mengembangkan kepekaan yang tajam terhadap kritik.

Psikologi menyebutnya dengan "sensitivitas penolakan". Kecenderungan untuk mengharapkan, memahami, dan bereaksi berlebihan terhadap penolakan atau kritik.

Kepekaan yang meningkat ini, meskipun menyakitkan, juga dapat memiliki sisi positif. Hal ini dapat membuat orang-orang ini lebih berempati dan pengertian.

Mereka tahu bagaimana rasanya dikritik dan sering kali berhati-hati untuk tidak menimbulkan rasa sakit yang sama pada orang lain.

2. Kecenderungan perfeksionis

Saat tumbuh dewasa, orang-orang ini selalu diawasi, dan setiap kesalahan kecil seringkali dibesar-besarkan. Kritik terus-menerus ini menyebabkan rasa takut yang mengakar untuk membuat kesalahan.

Jadi, mereka mungkin akan mulai berjuang untuk mencapai kesempurnaan. Setiap proyek, setiap tugas bagi mereka harus dikerjakan dengan sempurna.

Rasa takut dikritik ini mendorong mereka untuk menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri mereka sendiri.

Psikolog menyebutnya perfeksionisme maladaptif. Kondisi ini terjadi ketika keinginan untuk menjadi sempurna berubah menjadi obsesi, yang menyebabkan tekanan yang signifikan dan menghambat kinerja.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore