Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2024 | 13.16 WIB

Mengenal Internalized Misogyny: Istilah yang Sering Digunakan Ketika Sesama Perempuan Tidak Saling Mendukung

Ilustrasi perempuan yang sangat melelahkan diajak bergaul (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang sangat melelahkan diajak bergaul (freepik)

JawaPos.com - Banyak ditemukan disekitar kita bahwa ada sesama perempuan tapi tidak saling mendukung, padahal memiliki naluri dan fitrah yang sama.

Bahkan sesama perempuan itu saling berkompetisi, ada pula yang saling menjatuhkan satu sama lain untuk menyandang gelar perempuan yang seutuhnya.

Jika melihat dari sudut pandang manusia yang tentunya tidak terlahir sempurna, maka baik lelaki atau perempuan pun sama. Mereka diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan.

Fenomena yang dijelaskan tersebut, dikenal dengan istilah internalized misogyny.

Melansir dari laman Artikel Fikom Unpad bahwa internalized misogyny adalah sikap budaya kebencian terhadap kaum perempuan karena mereka adalah perempuan.

Para perempuan yang memiliki internalized misogyny dalam dirinya, akan bersikap merendahkan perempuan lain yang tidak sesuai “standar” mereka.

Berikut contoh beberapa perilaku internalized misogyny yang dianggap nyinyir terhadap perempuan lain lakukan :

1. Ketika perempuan lain memilih warna favoritenya pink, maka ia akan menyebutnya “terlalu manja” dan menyebutkan warna favorit pilihannya adalah yang paling baik.

2. Saat perempuan lain tidak bisa mengaplikasikan make up, maka ia akan menghujatnya dan mengatakan “harusnya” perempuan seutuhnya pintar merias wajah.

3. Mengintimidasi perempuan yang “hanya” menjadi ibu rumah tangga dengan menuturkan bahwa perempuan jaman sekarang lebih baik berkarier dan mandiri secara finansial.

4. Perempuan yang lahirannya caesar bakal direndahkan karena tidak menjadi perempuan seutuhnya dengan lahiran normal.

Dikutip dari laman Artikel ITS, alasan paling mendasar ketika perempuan memiliki internalized misgyny adalah trauma masa kecil.

Semuanya berawal dari pola asuh orang tua dalam pembentukan karakter anak, sehingga mereka selalu berpikir negatif dengan sesama perempuan.

Selain itu, internalized misgyny bisa juga disebabkan oleh pola pikir yang keliru. Beberapa orang memiliki perspektif negatif ketika melihat atau menilai suatu hal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore