
Ilustrasi perempuan yang sangat melelahkan diajak bergaul (freepik)
JawaPos.com - Banyak ditemukan disekitar kita bahwa ada sesama perempuan tapi tidak saling mendukung, padahal memiliki naluri dan fitrah yang sama.
Bahkan sesama perempuan itu saling berkompetisi, ada pula yang saling menjatuhkan satu sama lain untuk menyandang gelar perempuan yang seutuhnya.
Jika melihat dari sudut pandang manusia yang tentunya tidak terlahir sempurna, maka baik lelaki atau perempuan pun sama. Mereka diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan.
Fenomena yang dijelaskan tersebut, dikenal dengan istilah internalized misogyny.
Melansir dari laman Artikel Fikom Unpad bahwa internalized misogyny adalah sikap budaya kebencian terhadap kaum perempuan karena mereka adalah perempuan.
Para perempuan yang memiliki internalized misogyny dalam dirinya, akan bersikap merendahkan perempuan lain yang tidak sesuai “standar” mereka.
Berikut contoh beberapa perilaku internalized misogyny yang dianggap nyinyir terhadap perempuan lain lakukan :
1. Ketika perempuan lain memilih warna favoritenya pink, maka ia akan menyebutnya “terlalu manja” dan menyebutkan warna favorit pilihannya adalah yang paling baik.
2. Saat perempuan lain tidak bisa mengaplikasikan make up, maka ia akan menghujatnya dan mengatakan “harusnya” perempuan seutuhnya pintar merias wajah.
3. Mengintimidasi perempuan yang “hanya” menjadi ibu rumah tangga dengan menuturkan bahwa perempuan jaman sekarang lebih baik berkarier dan mandiri secara finansial.
4. Perempuan yang lahirannya caesar bakal direndahkan karena tidak menjadi perempuan seutuhnya dengan lahiran normal.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 23 Juli 2024: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Dikutip dari laman Artikel ITS, alasan paling mendasar ketika perempuan memiliki internalized misgyny adalah trauma masa kecil.
Semuanya berawal dari pola asuh orang tua dalam pembentukan karakter anak, sehingga mereka selalu berpikir negatif dengan sesama perempuan.
Selain itu, internalized misgyny bisa juga disebabkan oleh pola pikir yang keliru. Beberapa orang memiliki perspektif negatif ketika melihat atau menilai suatu hal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
