Kata-kata yang digunakan orang tua kepada anaknya berarti besar. Hal ini dapat menunjukkan baik atau buruknya seseorang yang sudah menjadi orang tua.
Beberapa orang tua mungkin tak menyadari bahwa apa yang dikatakannya berarti buruk untuk tumbuh kembang anak.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah 5 kata-kata yang tidak akan Anda katakan pada anak bila Anda adalah orang tua yang baik, dikutip dari Ideapod, Rabu (17/7).
1. “Berhentilah menangis”
Ini adalah kata-kata yang paling sering diucapkan orang tua. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa kata-kata itu tak bakk untuk anak.
Masalahnya, frasa seperti “Berhenti menangis” dan “Tenanglah” menunjukkan kurangnya empati dan mengajarkan anak-anak untuk menyangkal atau menekan perasaan mereka dan ini tidak baik untuk perkembangan emosional dan kesejahteraan jangka panjang mereka.
Anda mungkin tidak menyadarinya, namun Anda sebenarnya sedang mengajari anak Anda untuk memendam emosinya alih-alih mengekspresikannya.
2. “Ada yang salah denganmu?”
Psikolog mengatakan bahwa jika ada satu kalimat yang orang tua harus berhenti katakan kepada anak-anak mereka, itu adalah "Apa yang salah denganmu?"
Daripada menanyakan hal ini kepada anak, lebih baik pelan-pelan saja, diskusikan perasaan mereka, dan sampaikan informasi yang mereka butuhkan.
Tentu saja, jika nada bicara Anda penuh belas kasih dan Anda benar-benar menanyakan apa yang salah atau apa yang terjadi dengan anak Anda (menyatakannya dengan cara ini lebih baik dan lebih akurat), maka itu berbeda. Karena dalam kasus ini, Anda bertanya-tanya apakah mereka ingin berbagi perasaan dengan Anda.
3. “Aku melakukan banyak hal untukmu!”
Ketika orang tua emosi dan mengatakan "aku melakukan banyak hal untukmu" pada anak, hal itu berarti orang tua telah hitungan dalam mendidik anak. Dan itu sangat tak disukai.
Orang tua jadi seperti amat pamrih dalam memberikan sesuatu untuk anak. Padahal, itu adalah kewajibannya untuk memberikan sesuatu.
4. “Karena aku bilang begitu!”
Jika Anda ingin membahas tentang frasa paling klise yang diucapkan orang tua, inilah frasa tersebut. Namun Anda tetap harus menghindarinya, itu kalimat yang kuat, tetapi menghilangkan semua kendali atas anak-anak Anda.
5. “Jangan terlalu sensitif”
Orang tua mungkin mengira mereka mengajari anak-anaknya untuk lebih kuat hatinya saat mereka memberi tahu anak-anaknya untuk tidak terlalu sensitif, tetapi yang sebenarnya mereka lakukan adalah mengalihkan tanggung jawab dan kesalahan dari perilaku mereka ke kekurangan yang dirasakan anak.
"Orang tua yang mengatakan hal ini tidak menyadari bahwa anak kecil tidak memiliki rasa percaya diri untuk membantah pernyataan ini dan akan berasumsi bahwa dirinya telah melakukan kesalahan," kata Streep.