Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juli 2024 | 18.11 WIB

Hati-Hati Toxic Productivity! Ini Ciri-cirinya, untuk Perubahan Perlu Pola Pikir Konsistensi

Ilustrasi toxic productivity. (Istimewa) - Image

Ilustrasi toxic productivity. (Istimewa)

JawaPos.com–Menjadi produktif di tempat kerja adalah hal yang baik. Produktivitas tersebut tidak boleh berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan justru bisa berakibat buruk.

Orang dengan toxic productivity berkeinginan untuk bekerja ekstra di kantor maupun di rumah. Perlu ditekankan, menjadi produktif dalam hidup merupakan hal positif. Akan tetapi, apabila keinginan untuk produktif itu menjadi berlebihan, bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental.

Berusaha melakukan banyak hal agar produktif di waktu bersamaan atau waktu berdekatan bisa memberikan efek burnout atau stres berat. Dikutip dari sasindo.uad.ac.id memaparkan ciri-ciri toxic productivity.

  1. Terobsesi untuk Produktif

Tidak ada yang salah untuk menjadi orang produktif. Hal yang salah adalah ketika produktivitas itu sudah berlebihan, dan bekerja sampai mengorbankan kesehatan.

  1. Merasa Bersalah jika Tidak Melakukan Apapun

Orang yang sudah mulai mengidap toxic productivity biasanya akan merasa bersalah jika tidak melakukan apapun, sekalipun itu untuk beristirahat. Dia selalu merasa ada yang harus dikerjakan agar tidak berdiam diri.

  1. Tidak Pernah Merasa Puas

Pengidap toxic productivity tidak mengenal kata cukup dan puas. Padahal sesungguhnya apa yang telah mereka kerjakan sudah lebih dari cukup.

  1. Tidak Bersahabat dengan Kata Istirahat

Punya waktu luang untuk beristirahat dianggap negatif oleh orang dengan produktivitas beracun.

Dikutip dari klikdokter.com memaparkan bahwa hal yang dibutuhkan perubahan pola pikir dan konsisten.

  1. Menyadari bahwa memiliki Masalah

Salah satu ciri yang paling bisa menjadi alarm adalah munculnya rasa bersalah ketika rehat sejenak dari pekerjaan.

  1. Lakukan Cara yang Efisien dan Efektif, Bukan yang Berat

Work smart akan memberikan efek yang lebih baik daripada sekadar work hard.

  1. Mulai Hilangkan Pertanyaan: Apa yang harus saya lakukan sekarang?

Kebanyakan orang hanya kagum dan terkesan dengan pencapaian, bukan berapa jam dan sekeras bekerja dan lakukanlah dalam batas yang wajar.

  1. Tetap Lakukan Self Care

Lakukan upaya ekstra untuk merawat dan mengapresiasi diri.

  1. Seimbangkan Kehidupan Profesional dan Pribadi

Jalani kehidupan dengan seimbang. Jika ingin menghindari produktivitas beracun, atur waktu dengan lebih baik lagi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore