
Ilustrasi orang yang gemar mengikuti tren./ freepik/lookstudio
JawaPos.com - Mengikuti tren bukan hanya soal gaya atau popularitas, namun terdapat beberapa alasan yang lebih dalam di baliknya.
Menurut psikologi, orang yang gemar mengikuti tren sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang membentuk kepribadian mereka.
Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana kecenderungan untuk mengikuti tren dapat mengungkapkan ciri-ciri kepribadian tertentu dan apa yang mendorong seseorang untuk selalu berada di garis depan perubahan sosial dan budaya.
Dilansir dari Magnify Mind pada Senin (8/7), inilah 3 ciri kepribadian yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang gemar mengikuti tren, menurut psikologi.
1. Mendambakan koneksi sosial
Orang yang gemar mengikuti tren biasanya sangat menginginkan koneksi sosial. Tren, mampu menyediakan landasan bersama bagi individu untuk berkumpul dan berbagi pengalaman.
Ketika seseorang mengikuti tren, seperti mengadopsi gaya rambut populer atau mencoba hobi baru, mereka tidak hanya mengikuti apa yang sedang populer, tetapi juga mencari cara untuk merasa lebih dekat dengan orang lain yang memiliki minat dan nilai yang sama.
Hal ini mampu menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan, yang sangat penting untuk kesejahteraan emosional dan mental.
Dengan berpartisipasi dalam tren, seseorang merasakan bahwa mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.
Selain itu, mengikuti tren juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan identitas diri dan mendapatkan pengakuan dari kelompok sosial.
Hal ini juga bisa meningkatkan rasa harga diri dan kepercayaan diri, karena mereka merasa dihargai dan diterima oleh orang lain.
2. Takut ketinggalan (FOMO)
Orang yang gemar mengikuti tren sering kali merupakan individu yang takut ketinggalan, atau mengalami apa yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO).
Individu sering kali melihat teman atau tokoh populer yang mereka ikuti berpartisipasi dalam tren terbaru. Ini bisa berupa mengadopsi gaya mode baru, atau mengikuti tantangan atau hashtag viral.
Melihat orang lain berpartisipasi dalam tren ini dapat memicu rasa urgensi dan kecemasan dalam diri seseorang, sehingga mendorong mereka untuk ikut serta, agar tidak merasa tertinggal atau dikeluarkan dari kelompok sosial mereka.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
