Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juli 2024 | 16.40 WIB

9 Tanda Bahwa Seseorang Bukanlah Orang yang Dewasa Menurut Psikolog, Salah Satunya Keinginan Berlebihan untuk Mendapatkan Perhatian

Wanita yang kondisi emosionalnya belum dewasa/Freepik - Image

Wanita yang kondisi emosionalnya belum dewasa/Freepik

JawaPos.com - Kedewasaan emosional adalah aspek penting dalam kehidupan seseorang, mencerminkan kemampuan untuk menangani berbagai situasi dengan bijaksana, bertanggung jawab, dan dengan tingkat stabilitas emosional yang tinggi.

Namun, tidak semua orang mencapai tingkat kedewasaan yang diharapkan. Dilansir dari Hack Spirit, terdapat sembilan tanda bahwa seseorang mungkin belum mencapai kedewasaan emosional, menurut psikolog:

1. Kesulitan Mengendalikan Emosi

Seseorang yang sering meledak-ledak atau terlalu emosional dalam situasi yang tidak memerlukan reaksi yang kuat mungkin belum mencapai kedewasaan emosional. Kedewasaan melibatkan kemampuan untuk mengendalikan dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sesuai.

Orang yang dewasa biasanya mampu menghadapi tekanan tanpa kehilangan ketenangan.

2. Menghindari Tanggung Jawab

Seseorang yang selalu mencari alasan atau menyalahkan orang lain atas kesalahan dan kegagalannya sendiri. Orang yang dewasa secara emosional memahami bahwa tanggung jawab pribadi adalah bagian dari kehidupan.

Mereka menerima kesalahan dan berusaha memperbaikinya, bukan mencari kambing hitam.

3. Ketergantungan pada Orang Lain untuk Kebahagiaan

Mereka merasa tidak mampu bahagia tanpa dukungan atau validasi dari orang lain. Kedewasaan emosional mencakup kemampuan untuk menemukan kebahagiaan dan kepuasan dari dalam diri sendiri.

Orang yang belum dewasa seringkali merasa tidak lengkap atau tidak bahagia kecuali ada orang lain yang membuat mereka merasa baik.

4. Sulit Menerima Kritik

Mereka bereaksi defensif atau marah ketika menerima kritik, bahkan yang membangun. Menerima kritik adalah bagian penting dari pertumbuhan pribadi.

Orang yang dewasa mampu melihat kritik sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, bukan sebagai serangan pribadi.

5. Kurangnya Empati

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore