Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juli 2024 | 16.42 WIB

6 Frasa yang Tidak Pernah Diucapkan Orang yang Cerdas Secara Sosial dalam Percakapan Menurut Psikologi

Ilustrasi perempuan yang cerdas secara sosial (freepik/zinkevych) - Image

Ilustrasi perempuan yang cerdas secara sosial (freepik/zinkevych)

JawaPos.com – Jika Anda pernah terlibat dalam percakapan dengan seseorang yang tampaknya selalu mengatakan hal yang benar, maka besar kemungkinan Anda telah bertemu dengan orang yang cerdas secara sosial.

Kecerdasan sosial bukan tentang menjadi yang paling berisik di dalam ruangan. Namun kecerdasan sosial adalah tentang menyadari bagaimana Anda tampil di hadapan orang lain dan memahami cara menghadapi situasi sosial secara efektif.

Sebagai seseorang dengan kecerdasan sosial, ada hal-hal tertentu yang tidak pernah Anda dengar dari dia dalam sebuah percakapan. Apa saja hal tersebut?

Dilansir dari laman The Expert Editor, Jumat (5/7), berikut beberapa hal yang tidak pernah diucapkan orang yang cerdas secara sosial dalam percakapan, diantaranya yakni:

  1. “Saya sudah tahu itu”

Frasa ini merupakan salah satu ungkapan yang tidak pernah diucapkan orang yang cerdas sosial sebab frasa ini bisa menghentikan pembicaraan dan bisa sangat mengecewakan.

Orang yang cerdas secara sosial memahami kekuatan frasa ini dan bagaimana kata-kata ini bisa mengubah arah percakapan. 

Mereka tidak membuat orang lain merasa masukan mereka tidak relevan atau tidak menarik namun justru mereka akan memvalidasi pemikiran mereka.

Intinya orang yang cerdas secara sosial selalu ingin menjaga percakapan tetap menarik dan bermakna. Mereka juga memahami bahwa dengan mengabaikan ide atau gagasan orang lain maka mereka tidak hanya menutup percakapan tetapi juga berpotensi merusak hubungan.

  1. “Kamu salah”

Orang-orang yang cerdas secara sosial selalu menghindari ungkapan ini. Sebab mengatakan kesalahan secara langsung kepada seseorang dapat merusak percakapan.

Hal ini dapat membuat orang lain bersikap defensif dan menutup peluang terjadinya dialog yang produktif.

Tidak hanya itu, menggunakan frasa ini adalah cara yang pasti untuk membuat seseorang merasa diserang dan tidak dihormati bahkan bisa merusak hubungan.

Orang yang cerdas secara sosial cenderung memilih pendekatan yang lebih bijaksana. Mereka memahami bahwa percakapan bukanlah tentang menang atau kalah tetapi tentang bertukar ide, belajar dari satu sama lain, dan memupuk rasa saling menghormati.

  1. “Itu bukan masalahku”

Orang yang cerdas secara sosial memahami nilai empati dan perannya dalam hubungan manusia. Empati sendiri dimaknai sebagai kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain serta dijadikan sebagai aspek mendasar dari interaksi manusia.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore