JawaPos.com – Seperti diketahui, silent treatment adalah tindak penolakan komunikasi secara verbal terhadap rekan atau pasangan.
Silent treatment biasanya identik dengan bersikap diam untuk menghindari konflik dalam sebuah hubungan.
Namun, tindakan memilih diam atau silent treatment ini seringkali berdampak buruk akibat pengabaian emosional.
Namun ternyata, tindakan untuk memilih diam daripada berbicara, justru diperlukan dalam beberpa kondisi.
Bukan bermaksud melakukan silent treatment, namun beberapa situasi dan kondisi dalam hidup akan lebih bijak jika disikapi dengan diam atau pasif.
Menurut psikologi, ada saat-saat dimana diam justru menyelamatkan seseorang dari sakit hati atau drama yang berbuntut panjang.
Baca Juga: Diam Seribu Bahasa! 5 Zodiak Ini Menerapkan Silent Treatment saat Sedang Marah dan Terjadi KonflikLantas situasi yang seperti apa yang mengharuskan kita lebih baik diam daripada berbicara?
Dilansir dari laman The Vessel, Selasa (2/7), berikut beberapa kejadian dalam hidup yang lebih baik direspons dengan diam menurut psikologi.
1. Menghadapi KritikKebanyakan orang akan bereaksi untuk berbicara dan membela diri saat menerima kritik.
Namun menurut psikologi, terbaik yang dapat dilakukan saat menerima kritik adalah tetap diam.
Sebab ketika Ada bergegas membela diri, hal ini justru akan membuat situasi semakin buruk.
Bahkan, kritik yang semula hanya di permukaan justru mengubah perselisihan sederhana menjadi pertengkaran yang tak diinginkan.
Dengan tetap diam, Anda memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengungkapkan pikirannya secara leluasa.
Sikap diam ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat mereka tetapi juga memberi Anda waktu untuk mencerna apa yang mereka katakan.
Baca Juga: Simak dan Pahami, Ini 8 Kebiasaan Orang yang Diam-diam Kesepian dan Tidak Bahagia2. Saat Marah BesarKita sedang marah, seseorang cenderung memilih untuk mengatakan hal-hal yang kemudian bisa kita sesali.
Ketika menghadapi situasi dimana Anda sedang marah, perlu diperhatikan bahwa kecerdasan emosional sangat dibutuhkan pada situasi ini.
Oleh karenanya, ketika Anda sedang marah lebih baik tetap diam dan menenangkan diri sebelum mengatasi masalah tersebut.
Memilih diam ketika sedang marah, bisa menyelamatkan diri Anda dari penyesalan.
3. Saat NegosiasiSebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan menemukan bahwa individu yang dapat menoleransi sikap diam selama negosiasi sering kali mendapatkan hasil yang lebih baik.
Oleh sebab itu, dalam negosiasi Anda jangan takut untuk membiarkan keheningan berlarut-larut sebab hal tersebut bisa menguntungkan Anda.
Baca Juga: Cepat Tinggalkan 9 Kebiasaan Ini Jika Tidak Mau Berada di Belakang Kemajuan Orang Lain dan Merasa Tertinggal4. Ketika Orang Lain BerbicaraPada dasarnya percakapan bukan hanya tentang menyampaikan maksud Anda melainkan tentang memahami sudut pandang orang lain.
Ketika orang lain berbicara, tunjukkan bahwa Anda menghargai pendapatnya dan bersedia mempertimbangkan sudut pandangnya.
Dengan demikian, cara terbaik untuk berkontribusi dalam percakapan terkadang hanya perlu mendengarkan dengan baik.
5. Saat BerdukaMemang wajar jika Anda menawarkan kata-kata atau nasihat untuk menenangkan orang yang sedang berduka, namun terkadang yang paling dibutuhkan adalah tetap diam tanpa berusaha memperbaiki apalagi mengubah apa pun.
Baca Juga: Demi Masa Pensiun yang Lebih Bahagia dan Bermakna, Lakukan 8 Kebiasaan Ini, Salah Satunya Bersyukur6. Saat Tergoda Untuk BergosipHampir semua orang pernah berada dalam situasi dimana percakapan berubah menjadi gosip tanpa disadari.
Dalam kondisi ini, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan bahwa gosip bisa merusak hubungan dan menciptakan suasana yang negatif.
Pada saat situasi ini, memilih untuk tetap diam bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan tetapi juga cara yang cerdas dan bijak.
Saat memilih diam, Anda juga menunjukkan bahwa Anda menghargai privasi orang lain dan lebih suka fokus pada percakapan yang lebih positif dan produktif. ***