Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juni 2024 | 12.57 WIB

Jika Anak Sering Dapat Pujian Saat Kecil, Inilah 9 Karakter yang Akan Terbentuk Saat Mereka Dewasa

Ilustrasi- Anak yang sering dipuji orang tuanya. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Anak yang sering dipuji orang tuanya. (Freepik)

JawaPos.com - Anak yang terlalu sering dipuji saat kecil, bisa mengalami dampak yang cukup signifikan dalam perkembangan karakter saat dewasa.

Pujian yang terus-menerus dapat memberikan dorongan kepercayaan diri yang besar pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang, hal ini sering kali membawa dampak negatif yang tidak diantisipasi.

Pujian yang berlebihan dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis dan membentuk sifat-sifat tertentu yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan mental seseorang.

Melansir Geediting, Sabtu (29/1), inilah sembilan karakter yang biasanya berkembang pada individu yang menerima pujian berlebihan di masa kanak-kanak.

1) Perfeksionisme

Anak yang tumbuh dengan pujian tinggi sering kali menetapkan standar yang tidak realistis untuk kesuksesan. Tekanan untuk selalu mempertahankan standar ini bisa mengarah pada perfeksionisme.

Meski berusaha mencapai kesempurnaan dapat memotivasi pencapaian, hal ini juga bisa menyebabkan stres, kecemasan, dan kelelahan. Perfeksionisme harus dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif pada kesejahteraan individu.

2) Kesulitan Menghadapi Kritik

Pujian berlebihan dapat menciptakan ilusi bahwa seseorang tidak pernah salah, sehingga mereka menjadi defensif ketika dikritik. Perasaan diserang dan defensif ini sering kali membuat mereka sulit menerima umpan balik yang konstruktif.

Mengenali dan mengatasi kesulitan ini penting untuk pertumbuhan pribadi dan profesional, karena kritik yang membangun dapat membantu seseorang berkembang dan belajar dari kesalahan.

3) Takut Gagal

Anak yang terlalu dipuji sering kali mengaitkan harga diri mereka dengan prestasi, yang membuat mereka sangat takut gagal. Ketakutan ini bisa begitu melumpuhkan sehingga mereka enggan mencoba hal baru atau mengambil risiko, membatasi peluang untuk pertumbuhan pribadi dan pencapaian.

Menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar dapat membantu mereka mengatasi ketakutan ini dan berkembang lebih baik.

4) Ketergantungan pada Validasi Eksternal

Pujian terus-menerus bisa membuat seseorang bergantung pada validasi eksternal untuk merasa baik tentang diri mereka sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore