Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juni 2024 | 13.18 WIB

Orang Tua Wajib Tahu, Contoh Toxic Parenting yang Perlu Dihindari dan Tips Membangun Hubungan Sehat dengan Anak

Ilustrasi orang tua bersama anak-anaknya. - Image

Ilustrasi orang tua bersama anak-anaknya.

JawaPos.com - Mengasuh anak merupakan kewajiban bagi orang tua. Menjadi orang tua merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan baik seumur hidup. Namun, terkadang dalam proses pengasuhan, tanpa sadar orang tua melakukan perilaku yang bisa berdampak negatif terhadap anak. Dampak tersebut seringkali mempengaruhi mental atau keadaan psikologi anak.

Toxic parenting atau pola asuh beracun tidak selalu berarti kekerasan secara fisik. Toxic parenting dapat mengacu pada perilaku orang tua yang menimbulkan rasa bersalah, ketakutan, dan sejenisnya terhadap anak.

Tanpa disadari oleh orang tua, beberapa pola asuh dapat mengakibatkan tekanan yang signifikan dan trauma yang berpotensi membuat anak merasa tidak berharga. Bahkan perasaan tersebut dapat mengarahkan anak pada perilaku yang merusak dirinya sendiri.

Contoh Toxic Parenting

Sebelum pembahasan mengenai parenting yang sebaiknya dilakukan menurut pandangan Islam dan Rasul, perlu kita ketahui dulu beberapa contoh toxic parenting berikut ini:

1. Lalai dalam Menjaga Perasaan Anak

Terkadang orang tua berperilaku lalai dalam memberikan dukungan emosional atau perhatian yang dibutuhkan anak untuk berkembang. Tidak jarang hal ini dilakukan dengan melontarkan candaan yang ternyata menyakiti perasaan anak, lalu mengabaikan kebutuhan emosional anak.

2. Kurangnya Privasi

Toxic parenting tidak jarang dilakukan dengan selalu ingin ikut serta dalam ruang pribadi dan privasi anak. Perilaku ini bahkan hingga mengabaikan batasan anak, yang mana dapat menyebabkan anak merasa tidak bebas dan individualitasnya hilang.

3. Pola Asuh Otoriter

Mengutip dari website sahlahacademy, pola asuh otoriter memiliki aturan yang ketat dan adanya ekspektasi yang tinggi. Selain itu juga membandingkan anak dengan orang lain secara tidak baik, yang mana dapat menciptakan rasa persaingan antara saudara atau teman yang berpotensi merusak hubungan.

4. Pola Asuh Permisif

Masih dilansir dari website yang sama, meskipun jenis pola asuh permitif tampak menarik bagi anak pada awalnya, mereka sering kali bergumul dengan masalah pengendalian diri seiring bertambahnya usia. Pola asuh ini dapat menyebabkan kurangnya kedisiplinan pada anak karena pendekatan orang tua yang terlalu memanjakan.

5. Pola Asuh Manipulatif

Pola asuh toxic terkadang menggunakan rasa bersalah, malu, atau takut untuk mengendalikan emosi dan perilaku anak. Sebagai contoh mengungkit tentang besarnya biaya yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan si anak, atau mengkritik dan meremehkan anak.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore