Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juni 2024 | 02.41 WIB

Mulai dari Perilaku Hingga Penyakit Bawaan, Inilah 4 Aspek yang Diwariskan Seorang Ibu Pada Anaknya

Potret anak bersama ibunya. (Unsplash.com/VivekKumar)

JawaPos.com - Di balik perilaku hingga fisik seorang anak, sedikit banyak telah dipengaruhi oleh beberapa aspek yang diwariskan dari orang tuanya.

Menurut informasi dari laman Universitas Muhammadiyah Malang, seorang Dosen Biologi mengungkapkan setiap anak memiliki 46 kromosom, dimana setengahnya diwarisi oleh ayah dan setengahnya lagi diwarisi oleh ibu.

Pentingnya peran kromosom seks juga tak bisa diabaikan, seorang perempuan akan membawa dua kromosom X, sementara laki-laki membawa satu kromosom X dan satu kromosom Y.

Untuk lebih lengkapnya, berikut informasi mengenai peranan seorang ibu yang dapat mewariskan 4 aspek pada anaknya, diantaranya adalah.

Baca Juga: Simak 5 Cara Jalin Ikatan Kuat dan Harmonis dengan Ibu Mertua, Auto Jadi Menantu Kesayangan!

1. Perilaku dan Psikologi

Seperti kemampuan dalam berpikir, belajar, memecahkan masalah, serta kecerdasan intelektual dan emosional yang memiliki akar genetik yang kuat.

Selain itu dalam hal emosi juga cenderung diwariskan dari ibu, misalnya kemampuan dalam mengelola emosi, merasakan empati, dan menjaga stabilitas emosional.

2. Penyakit Bawaan

Hal ini disebabkan karena ibu menyumbang 2 kromosom X, maka peluang penurunan penyakit lebih besar pada anak perempuan dibanding anak laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X dari ibu.

Sebagai contoh penyakit bawaan yang bisa diwariskan adalah diabetes, hemofilia, kolestrol, dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan hal ini bisa terjadi ke generasi selanjutnya meski dalam kondisi sehat.

Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Tahu, 5 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Janin Dalam Kandungan

3. Kondisi Rambut

Dikutip dari laman Artikel Kanopi Insan Sejahtera, mulai dari jenis rambut, warna rambut, serta tebal atau tipisnya lebih banyak diwariskan oleh ibu. Maka jika kamu mengalami masalah mahkota tubuh, maka lihatlah kondisi rambut ibumu sendiri.

4. Kebiasaan Tidur

Kemungkinan tersebut bisa datang dari kebiasaan tidur sang anak bersama ibunya sewaktu ia kecil, karena sebagian besar anak menghabiskan waktu tidur bersama dengan ibu.

Namun perlu diingatkan bahwa ini bukan aturan baku, semua tergantung gen-gen tersebut yang menjadi dominan atau resesif. Jika gen dominan berasal dari ibu, maka anak akan mengikuti ciri ibu, begitupun sebaliknya.

Dilansir dari laman Artikel Bebeclub, kecerdasan emosi anak juga tidak serta merta dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan oleh ayah atau ibu.

Lingkungan dan pola asuh juga ikut menentukan kecerdasan emosi anak. Maka dari itu sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan dipenuhi kasih sayang.

Dengan demikian perkembangan kecerdasan emosi anak bisa tumbuh dalam lingkungan yang positif, sentuhan ayah dan ibunya yang membuat ia menjadi manusia seutuhnya.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore