Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juni 2024 | 19.32 WIB

10 Peran Penting Sosok Ayah dalam Kehidupan Anak Menurut Kacamata Psikologi, Simak Ulasannya!

Ilustrasi sosok ayah dan anak. Sumber foto : (Unsplash.com/HarikaG) - Image

Ilustrasi sosok ayah dan anak. Sumber foto : (Unsplash.com/HarikaG)

JawaPos.com - Tak hanya ibu, sosok ayah dalam perkembangan kehidupan anak juga tak kalah penting.

Dalam hal mendidik anak, orang tua memiliki peranan yang sama pada sebuah keluarga.

Sosok peran ayah ini sangat menarik untuk dibahas, melihat fenomena saat ini dengan banyaknya kenakalan para remaja yang diduga bahwa penyebabnya adalah fatherless atau kurangnya figur ayah.

Dilansir dari laman Artikel Psikologi Binus pada (25/6), ada idiom 'like father, like son'  yang diartikan oleh Oxford Dictionaries "karakter atau perilaku anak diduga serupa dengan ayahnya".

Peran sosok ayah mengacu pada gambaran tentang hal yang dilakukannya berkaitan dengan "fatherhood". Berikut rangkuman 10 peran penting sosok ayah menurut kacamata psikologi.

Baca Juga: Sosok Ayah Ideal! Intip 5 Zodiak Pria yang Paling Cocok Menjadi Ayah Terbaik: Apakah Zodiak Anda Termasuk?

1. Provider

Sosok ayah disini sebagai penyedia dan pemberi fasilitas untuk kelangsungan hidup anaknya, mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papannya. Tujuannya agar seorang anak mendapatkan kehidupan yang layak.

2. Protector

Peranan sosok ayah disini sebagai pelindung anaknya, serta memastikan bahwa si buah hatinya ini dalam keadaan aman dan nyaman baik di dalam atau di luar rumah.

3. Child Specialiser and Educator

Ayah akan berperan sebagai 'guru' dalam rumah, memberikan pendidikan moral maupun akademiknya, karena pendidikan di sekolah saja tidak cukup. Serta menjadikan si buah hatinya sebagai makhluk sosial.

4. Nurtured Mother

Dalam poin ini, sosok ayah berperan menjadi pendamping seorang ibu, jika ibu belum mampu membimbing anak dalam suatu hal, maka si ayah ini harus siap untuk melengkapinya.

Baca Juga: 7 Ciri-ciri Parenting yang Toxic, Salah Satunya Pernah Bentak Anak di Depan Umum, Ayah-Bunda Wajib Hindari!

5. Friend and Playmate

Saat libur bekerja dan memiliki waktu luang, tak ada salahnya seorang ayah menjadi 'teman' bagi anaknya untuk bermain di lingkungan rumah, sehingga si buah hati merasa kasih sayang yang ia dapatkan begitu lengkap.

6. Caregiver

Peran sosok ayah harus memberikan stimulasi afeksi pada anaknya, yaitu mengembangkan rasa percaya diri, memupuk kemandirian, menjalankan aturan yang ada di rumah, sehingga si buah hati akan merasa nyaman saat didekatnya.

7. Role Model

Sosok ayah yang bertanggung jawab, teladan, pintar, dan bijaksana akan menjadi panutan bagi anaknya. Sehingga sikap baiknya ini akan melekat dan diikuti hingga ia dewasa.

8. Monitor and Disciplinary

Sosok ayah yang menjadi pengawas atas kedisiplinan anaknya, karena dialah yang bertanggung jawab atas keamanan si buah hati, serta menanamkan sikap kedisiplinan pada kehidupannya.

Baca Juga: Jika 8 Prilaku Ini Terdapat pada Pacarmu, Tandanya Dia Siap Menjadi Ayah Menurut Psikologi, Simak!

9. Advocate

Sosok ayah akan menjadi penjamin kesejahteraan anaknya ketika berada di luar lingkungan keluarga, misal saat ia kuliah atau bekerja di tempat yang cukup jauh.

10. Resource

Sosok ayah di sini yang mendukung anaknya di belakang layar, sehingga si buah hatinya ini mendapatkan energi positif ketika akan mencapai suatu hal dalam hidupnya.

Dari penjelasan singkat 10 peran pentingnya sosok ayah di atas, dapat direnungkan bahwa dalam menjalani kehidupan berkeluarga memang perlu ilmu dan pemahaman yang sangat luas.

Dikutip dari laman Artikel Psikologi UGM, budaya patriarki seringkali menjadi faktor bahwa pengasuhan anak dititik beratkan kepada Ibu, karena dia yang memiliki banyak waktu di rumah.

Keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan akan mendorong perkembangan fungsi eksekutif lebih optimal, fungsi tersebut berkaitan dengan kemampuan merencanakan, mengendalikan diri, pemecahan masalah, dan atensi.

Sehingga anak yang tidak mengalami fatherless atau kurangnya figur ayah, akan berdampak positif pada kehidupan dewasanya nanti. Riset tersebut dikemukakan oleh beberapa ahli psikologi.

Sebaliknya, perkembangan emosi yang terhambat, menyebabkan anak memiliki emosi yang tidak matang, sehingga mendorong perilaku cemas dan depresi.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore