Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 04.35 WIB

6 Fakta Psikologis Orang yang Mudah Menangis, Bukan Cengeng Bahkan Mereka Tak Gampang Stress

Ilustrasi orang yang mudah menangis./(Unsplash.com/BeniaminSinca) - Image

Ilustrasi orang yang mudah menangis./(Unsplash.com/BeniaminSinca)

JawaPos.com - Menangis seringkali menjadi tanda bahwa seseorang sedang mengalami kesedihan, atau terharu akan kebahagiaan. Itu merupakan cara untuk meluapkan perasaannya.

Dilansir dari Artikel Universitas Medan Area, menangis adalah tanda seseorang itu sehat dan memiliki kondisi emosional yang stabil. Bagi bayi, menangis merupakan media untuk berkomunikasi.

Banyak riset yang mengungkapkan bahwa menangis bisa membuat perasaan lebih baik ada juga yang berpendapat bahwa menangis suatu bentuk ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan diri dan kelemahan.

Dikutip dari laman Artikel Psikologi PTIQ, orang mudah menangis seringkali dikira cengeng dan lemah, padahal itu merupakan persepsi yang salah. Berikut 6 fakta psikologis tentang mereka yang mudah mengeluarkan air mata, antara lain :

1. Orang yang Tak Gampang Stress

Mungkin dengan cara bermain, liburan, dan nongkrong adalah cara terbaik untuk melepaskan kepenatan. Tapi ada juga beberapa orang yang memilih duduk berdiam diri di kamar lalu menangis.

Tipe orang seperti ini biasanya hanya mengeluh kepada Tuhan yang menjadi kekuatan besarnya, menurut penelitian bahwa dengan menangis akan mengeluarkan racun dalam tubuh dan membunuh sekitar 90 persen bakteri.

Orang yang mudah menangis tak sulit untuk keluar dari kekacauan emosi, sebab rasa sakit dalam jiwa akan keluar beriringan dengan tetesan air mata.

2. Memiliki Kecerdasan Emosi yang Lebih Unggul

Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan seseorang dalam menerima, menilai, dan mengatur emosinya dengan baik bagi sendiri maupun orang lain.

Orang yang mudah menangis cenderung sangat penyayang, perasa, dan memiliki empati cukup tinggi.

Mereka cerdas dalam memahami kondisi orang lain, sehingga membuatnya mudah meneteskan air mata.

3. Mereka Jujur Tak Pedulikan Peran Gender atau Pandangan Sosial

Menangis menjadi stigma ditengah masyarakat dan kedua jenis kelamin, jika seseorang hancur, lemah, dan berantakan.

Terutama jika laki-laki menangis akan dianggap sebagai banci, pecundang, dan tidak jantan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore