
Dahulu, baju adat Jawa Tengah juga digunakan sebagai penanda status sosial. (Freepik)
JawaPos.com – Setiap jenis baju adat Jawa Tengah memiliki sejarahnya sendiri. Contohnya, Batik yang sangat terkenal ternyata telah diproduksi sejak ratusan tahun yang lalu. Sejarah mencatat bahwa batik telah diperdagangkan sejak tahun 1586 di Surakarta, meskipun pada waktu itu belum dikenal seperti sekarang.
Pencipta sekaligus pelestari batik di Indonesia adalah seorang pria dari Surakarta, seperti yang dikabarkan dari Traveloka, Ia bernama K.R.T Hardjonagoro, beliau juga dikenal sebagai Go Tik Swan.
K.R.T Hardjonagoro membuat batik dari tahun 1950 hingga 2008, karya-karyanya masih dapat dilihat di Ndalem Hardjonagoro. Berbeda dengan batik, baju adat Jawa Tengah lainnya seperti beskap telah ada sejak abad ke-18, dari zaman Mataram.
Dahulu, pakaian ini banyak dipakai untuk menunjukkan status sosial karena hanya dikenakan oleh anggota kerajaan dan bangsawan. Namun, kini semua orang bisa memakainya.
Ciri Khas Baju Adat Jawa Tengah
Karakteristik baju adat Jawa Tengah beragam. Misalnya, batik memiliki ciri khas yang bervariasi tergantung jenisnya. Batik Jawa Tengah kini terdiri dari jenis tradisional dan modern.
Batik tradisional khas Jawa Tengah biasanya memiliki corak dengan makna simbolik. Contohnya, batik dari Pekalongan dengan motif buketan, yang berasal dari bahasa Belanda ‘boeket’ atau rangkaian bunga, melambangkan kebahagiaan, keceriaan, kecantikan, dan keanggunan.
Warna batik tradisional Jawa Tengah cenderung gelap, seperti hitam, cokelat tua, dan biru tua, dengan berbagai jenis seperti batik tulis, batik cap, batik lukis, dan batik pecinaan.
Contoh lain adalah beskap yang dahulunya identik dengan warna hitam, baju khusus pria dengan atasan polos berkerah lurus, bagian depan lebih panjang untuk memudahkan menyimpan keris di pinggang.
Jenis beskap di Jawa Tengah juga beragam, termasuk beskap gaya Solo, beskap pakem khas Keraton Surakarta, beskap khas Jogja, dan beskap pakem khas Jogjakarta. Meski Jogja bukan bagian dari Jawa Tengah, kedekatan lokasinya dengan Solo saling memberi pengaruh.
Fungsi Baju Adat Jawa Tengah
Baju adat Jawa Tengah memiliki banyak fungsi, salah satunya sebagai identitas suatu daerah. Saat seseorang memakai baju adat, orang lain dapat mengetahui asal daerahnya. Baju adat juga merupakan bukti tradisi yang telah berjalan selama bertahun-tahun, bahkan ratusan tahun.
Dahulu, baju adat Jawa Tengah juga digunakan sebagai penanda status sosial, hanya orang kaya, kaum bangsawan, atau anggota kerajaan yang bisa memakai baju adat tertentu, terutama yang memiliki desain mewah dan berbahan mahal.
Di zaman modern, baju adat sering digunakan untuk perayaan besar seperti karnaval HUT Kemerdekaan Indonesia. Fungsi paling umum adalah untuk pernikahan dan berbagai upacara adat yang masih lestari sampai kini.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
