JawaPos.com - Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) menjadi salah satu hal yang banyak menjangkiti anak remaja belakangan ini. Dengan kehadiran media sosial yang menipiskan jarak antar tempat hingga latar sosial, membuat fenomena ini semakin tak terkendali.
FOMO adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya.
Rasa takut ketinggalan ini mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik.
Dalam kadar tertentu, FOMO bisa jadi tidak berpengaruh besar dalam hidup seseorang, namun bila sudah terlalu FOMO, ini bisa membawa dampak negatif seperti rasa lelah, stres, depresi bahkan gangguan tidur.
Perilaku FOMO diyakini dapat membawa efek negatif bagi kesehatan mental, seperti dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (11/6).
1. Meningkatkan Risiko Gangguan Psikologis
Ketika seseorang mulai khawatir dan membanding-bandingkan kehidupan sosial kita dengan orang lain, maka akan lebih mudah stres dan tidak menjadi diri sendiri atau terobsesi mempertahankan image yang baik di media sosial. Jika tidak dapat memanfaatkan penggunaan media sosial yang tepat seseorang tidak hanya akan merasa FOMO, tetapi juga gangguan kesehatan mental, seperti rasa cemas dan gejala depresi.
2. Menurunkan Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri dapat menurun akibat membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial. Akibatnya, merasa rendah diri karena kehidupan orang lain lebih sempurna dan bahagia.
3. Mengganggu Produktifitas
Sedikit-dikit memeriksa handphone, seakan memiliki dunia sendiri karena fokus hanya pada gadget. Sementara aktivitas lain dapat terbengkalai, seperti sulit berkonsentrasi saat bekerja, belajar, dan lainnya.
4. Menimbulkan Perasaan Negatif
Tahukah Anda? FOMO dapat memicu rasa cemas, kesepian, dan kurang percaya diri. Ketiga kondisi ini tentu dapat berdampak buruk. Apalagi bagi kita yang sering menyaksikan postingan foto atau video orang lain yang memicu perasaan iri hati dan lainnya.
5. Mempengaruhi Kebiasaan Tidur
Ketika kita menjadi lebih eksis dengan acara atau aktivitas di luar sana untuk menghindari FOMO, maka dapat menggangu kebiasaan tidur dan makan. Dengan demikian, tak menutup kemungkinan akan menjadi merasa kewalahan, lelah, sakit kepala bahkan kurang motivasi.
Untuk mengurangi dampak buruknya, perasaan FOMO ini dapat dikurangi dengan beberapa tips sebagai berikut:
1. Fokus pada diri sendiri
Setiap orang tidak mungkin untuk terus mengikuti perkembangan setiap saat. Begitu pula dengan bahagia, seseorang tidak mungkin dalam keadaan bahagia setiap saat karena hidup itu berputar. Kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain karena setiap orang tidak sama dalam menjalani kehidupannya.
2. Membatasi penggunaan media sosial dan gadget
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu penyebab FOMO dipicu oleh postingan dan update orang lain di media sosial. Karena itu, dengan membatasi diri dalam penggunaan media sosial dapat mengurangi FOMO.
3. Mencari koneksi nyata
Kita adalah makhluk sosial yang sejatinya membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk menjalin hubungan sosial dengan orang lain alih-alih hanya melakukannya lewat media sosial. Perasaan FOMO akan perlahan hilang dengan sendirinya ketika kita mengutamakan koneksi nyata.
4. Hargai diri sendiri
Menyadari bahwa banyak hal-hal baik yang dimiliki atau dilakukan dan selalu bersyukur atasnya, dapat mengurangi rasa iri dan rasa kekurangan pada diri. Cobalah fokus pada apa yang sedang dikerjakan saat ini alih-alih mencari pembuktian dari orang lain.