Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juni 2024 | 19.09 WIB

12 Tanda Anak Mengaami Depresi dan Harus Diwaspadai Orang Tua Lebih Dini, Tidak Semangat Jadi Salah Satunya!

JawaPos.com – Hal yang wajar saat anak-anak mendadak tidak bersemangat melakukan aktivitas.

Akan tetapi, jika anak mendadak malas melakukan apapun dan berulang-ulang, hal ini wajib untuk diwaspadai.

Ya, jika hal ini hanya sesekali dialami oleh anak, orang tua dapat menganggap wajar melihat karakteristik anak yang cepat bosan.

Namun jika menyangkut hal-hal yang disukainya, orang tua harus waspada. Alasannya adalah karena ini bisa menjadi salah satu ciri gejala depresi pada anak.

Oleh karenanya, orang tua diminta untuk memperhatikan secara detail mengenai perilaku anak yang berubah lebih dini.

Dilansir melalui PsychCentral.com, Rabu (5/6), terdapat 12 tanda gejala depresi pada anak yang dapat diwaspadai oleh orang tua.

  1. Penurunan nilai yang tidak dapat dijelaskan
  2. Laporan perilaku buruk dari sekolah
  3. Sering menangis
  4. Menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman
  5. Tidur berlebihan atau kurang dari biasanya
  6. Mengatakan tidak bisa melakukan apapun dan menyalahkan diri sendiri
  7. Tidak peduli lagi dengan sekolah, olahraga, atau aktivitas lain yang dulu mereka sukai
  8. Terlibat dalam penyalahgunaan zat dan perilaku berisiko lainnya
  9. Sering berbicara, menulis, atau menggambar kematian atau sekarat
  10. Melarikan diri
  11. Sifat lekas marah
  12. Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya

Meski tanda-tanda di atas dapat menjadi pedoman untuk mengidentifikasi gejala depresi, akan tetapi, tidak sedikit pula orang tua yang luput memerhatikan.

Mengutip dari psikolog Cyrell Roberson melalui PsychCentral.com, mengenali gejala depresi pada anak juga dapat dipengaruhi oleh kesenjangan budaya. Pada ras kulit putih, sikap anak dan remaja yang lekas dianggap menjadi tanda depresi.

Sedangkan di ras kulit hitam atau Latin, perilaku yang sama akan dianggap sebagai perilaku yang mengganggu sehingga sering didapati anak-anak dari kedua ras ini merasa disalahpahami.

Akibat kesalah pahaman tersebut, anak-anak akan memunculkan sikap putus asa. Oleh karena itu, masalah mendasar seperti ini orang tua disarankan untuk berusaha dapat mengidentifikasi lebih dini.

Depresi pada anak dapat disebabkan oleh genetik, faktor lingkungan, dan pengaruh psikologis anak.

Selain itu, terdapat faktor lain yang dapat memicu terjadinya depresi pada anak. Faktor tersebut adalah jika anak mengalami peristiwa yang traumatis, seperti bullying atau kematian anggota keluarga.  

Depresi sering ditemukan pada anak yang berusia 13 tahun – 17 tahun. Meski pernah tercatat kasus gejala depresi ditemukan pada anak berumur 3 tahun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore