
ilustrasi kulit wajah sehat. (Healthy Magazine)
JawaPos.com – Kulit wajah memang wajib dirawat agar bisa mempertahankan kecantikannya. Tak hanya dengan rutin menggunakan produk skin care, menjaga kecsntikan kulit wajah bisa lebih maksimal dengan skin booster.
Skin booster sendiri merupakan salah satu tindakan perawatan kulit lewat suntikan, yang dilakukan profesional. Nantinya, ada bahan aktif yang disuntikan ke beberapa titik pada wajah untuk menutrisi kulit.
Dalam The Grand Launching of Revok50 baru-baru ini, Dokter Estetika dr. Rudy Haryono, mengungkapkan, perawatan skin booster memang sudah popular di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan peminatnya bukan hanya perempuan tapi juga kaum laki-laki. Karena sejatinya perawatan kulit memang untuk siapa saja.
Untuk skin booster Revok50 yang baru diluncurkan, dr. Rudy mengungkapkan, tindakan yang dilakukan pun lewat suntikan. Suntikan ini mengandung konsentrasi asam hialuronat yang tinggi dan kombinasi asam amino.
Para narasumber dalam The Grand Launching of Revok50.
Formualsi tersebut nantinya akan merangsang produksi kolagen pada kulit. Lalu meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit, mengurangi munculnya keriput dan garis-garis halus, memulihkan volume yang hilang. Sehingga akhirnya mencapai kulit yang kencang, tampak awet muda dan bercahaya.
“Biasanya kita suntikan itu satu bulan sekali. Hasil optimal biasanya 3-4 kali treatment,” ujar dr. Rudy.
Dipaparkan dr. Rudy, setiap kali tindakan skin booster maka akan ada perubahan yang terlihat apda kulit. Seperti pori-pori yang lebih kecil, kulit lebih halus dan lebih glowing. Bahkan, ada efek lifting yang bikin wajah terlihat muda.
“Jadi, dalam satu kali treatment sudah kelihatan hasilnya. Tapi, jika ingin maksimal sebaiknya diulang lagi enam bulan sekali,” sambungnya.
Nantinya, skin booster akan disuntikan pada titik-titik tertentu pada wajah denga lebih dulu mengoleskan krim topical untuk mengurangi rasa nyeri. Namun bisa juga dilakukan bius agar pasien tidak merasa sakit saat disuntik.
“Efeknya akan muncul bengka kecil pada bekas suntikan, yang akan hilang dalam hitungan jam,” papar dr. Rudy.
Lantas, usia berapa yang bisa melakukan skin booster?
Dokter Rudy menerangkan sejatinya produksi HA dan kolagen pada kulit akan menurun sekitar 1 persen tiap tahun. Sehingga, untuk agar produksi kolagen tetap terpenuhi, skin booster bisa dilakukan mulai usia 25 tahun.
“Biasanya di umur tersebut (25 tahun, Red) produksi HA dan kolagen pada kulit sudah menurun. Sehingga skin booster bisa mendukung elastisitas kulit sejak dini,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama John Teh selaku Sales Director of Redo Marketing Indonesia, mengungkapkan, peluncuran Revoks50 di Indonesia bukan sekadar untuk memberitahu tapi juga mengedukasi dokter dengan inovasi skin booster terbaru dari Italia. Sehingga para dokter tidak perlu jauh-jauh cari keluar untuk inovasi ini.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
