Ilustrasi Seseorang Sedang jatuh Cinta. (Freepik)
JawaPos.com - Jatuh cinta merupakan nasluri yag dirasakan oleh setiap orang yang normal. Orang yang merasakan jatuh cinta seringkali menganggap dunia ini adalah milik mereka berdua. Bahkan mereka juga seringkali terlihat bodoh saat sedang jatuh cinta.
Saat anda sedang jatuh cinta tentu yang ada dalam pikiran hanyalah sosok sang kekasih. Kemudian segala hal akan dilakukan demi kebahagian yang kekasih, sehingga tidak heran mereka akan terlihat bodoh saat sedang jatuh cinta.
Kondisi ini tentunya disebabkan karena berbagai alasan. Dikutip dari laman Hellosehat, jatuh cinta merupakan proses biologis yang sangat dipengaruhi oleh hormon orang yang sedang mengalaminya.
Pada saat itu mungkin mereka mengalami kesulitan dalam melakukan tugas kognitif umum seperti multitasking dan pemecahan masalah. Hal ini didasari karena mereka telah menghabiskan sebagian besar energinya untuk memikirkan seseorang yang ada dalam dirinya.
Hormon dalam tubuh akan membuat anda mengalami tiga hal sekaligus saat sedang jatuh cinta yaitu perasaan euforia, terancam, dan kelelahan. Dalam fase euforia ini, efek relaksasi yang Anda dapatkan dari hormon serotonin akan menurun, tergantikan dengan obsesi terhadap pasangan Anda dan secara konsisten.
Baiklah dilansir dari laman Klikdokter berikut alasan seseorang akan menjadi bodoh saat sedang jatuh cinta berdasarkan hasil penelitian ilmiah.
Alasan Orang Terlihat Bodoh saat Jatuh Cinta
Penelitian dari University College London, Inggris pernah melakukan pemindaian pada otak orang yang sedang jatuh cinta menggunakan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI). Kemudian mereka memetakan bagian otak mana saja yang aktif dan tidak aktif saat orang fall in love.
Setelah diteliti bagian yang bernama korteks frontal menjadi tidak aktif atau diistirahatkan oleh otak saat orang tersebut melihat sosok seseorang yang dicintainya. Sehingga jika bagian otak tersebut tidak aktif, akan membuat orang tersebut sulit menilai hal tertentu, termasuk perbuatan yang ia lakukan saat jatuh cinta.
Seorang peneliti sekaligus dosen neuro-estetika dari University College London, Inggris, Semir Zeki, mengatakan kondisi tidak aktifnya bagian otak tersebut berguna untuk mempengaruhi untuk urusan biologis, seperti bereproduksi. Sehingga mau bagaimanapun mereka akan dibutakan dengan sifat buruk dari kekasihnya tersebut.
Kemudian saat proses scan MRI berlangsung, ternyata bagian otak yang bertugas atas rasa takut serta emosi negatif juga berstatus non aktif. Hal ini yang menjadi penyebab utama kenapa seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa bahagia terus dalam segala kondisi.
Selanjutnya berdasarkan hasil studi terdahulu juga menjelaskan bahwa dopamin atau zat kimia yang memainkan peran dalam rasa senang, sakit, keinginan, kecanduan dan euforia, kadarnya akan menjadi lebih tinggi pada otak seseorang yang sedang mengalami jatuh cinta.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
