
ilustrasi perempuan kuat secara mental. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Dahulu anak laki-laki sering didorong untuk bermimpi besar. Sementara anak perempuan secara halus didorong menuju peran-peran tradisional sebagai ibu dan dalam kebersamaan rumah tangga.
Hal ini mencerminkan norma-norma gender yang ketinggalan zaman. Namun, seiring kita semakin menjauh dari ideologi masa lalu, perempuan semakin menembus batas-batas dan membentuk jalan mereka sendiri di berbagai bidang. Hanya saja, kemajuan ini meski memberdayakan bagi banyak orang, terkadang membuat pria merasa terintimidasi karena mereka berjuang dengan ketidakamanan mereka sendiri.
Melansir Hack Spirit, berikut beberapa ucapan umum yang cenderung digunakan oleh pria ketika mereka merasa terintimidasi oleh perempuan yang tegas dan mandiri:
1. "Kamu terlalu memerintah"
Istilah "memerintah" seringkali dilemparkan oleh pria kepada perempuan yang menunjukkan kualitas kepemimpinan. Namun, tidak ada hal negatif yang melekat saat menjadi sosok yang tegas dan mengambil alih komando.
Pemimpin perempuan memainkan peran penting dalam semua aspek kehidupan, mulai dari proyek-proyek sekolah hingga mengelola rumah tangga. Menolak seorang perempuan sebagai sosok yang "memerintah" lebih mencerminkan ketidakamanan sang penuduh daripada kompetensi perempuan yang bersangkutan.
2. "Kamu berlebihan"
Perempuan seringkali diberitahu oleh pria bahwa mereka "berlebihan" ketika mereka menyatakan kekhawatiran atau kritik yang sah. Tanggapan yang meremehkan ini berasal dari harapan sosial bahwa perempuan harus patuh dan ramah setiap saat.
Namun, perempuan memiliki setiap hak untuk menyuarakan pendapat mereka dan membela diri tanpa harus disebut sebagai terlalu emosional.
3. "Kamu terlalu emosional"
Pemikiran bahwa perempuan secara inheren terlalu emosional untuk membuat keputusan rasional sangat tertanam dalam stereotip gender. Stereotip yang merugikan ini merendahkan kemampuan perempuan dan mengabaikan perasaan mereka yang sah. Penting untuk mengenali dan menantang bias ini untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil.
4. "Kenapa kamu tak mau mengalah?"
Ketika perempuan membela diri atau mempertahankan batasan mereka, mereka sering dituduh pria terlalu defensif dan tau mau mengalah. Taktik pria ini bertujuan untuk membungkam perempuan dan mempertahankan status quo dominasi laki-laki. Namun, membela diri bukanlah tanda kelemahan tetapi lebih sebagai bukti kekuatan dan harga diri.
5. "Kamu terlalu agresif"
Perempuan yang menunjukkan kekuatan atau ketegasan sering kali dilabeli sebagai "agresif," sebuah istilah yang jarang diterapkan pada pria dalam situasi serupa.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
