
Ilustrasi perempuan lansia yang sedang asyik berdiskusi dengan temannya dengan saling memberikan umpan balik secara aktif menunjukkan bahwa mereka adalah komunikator yang baik.
JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia ada perubahan nyata dalam cara dalam berkomunikasi dengan orang di sekitar kita. Ini bukan tentang menjadi lebih bijaksana namun tentang menerapkan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang meningkatkan keterampilan komunikasi kita.
Komunikasi yang baik bukanlah tentang penggunaan kata-kata yang canggih atau sikap yang agung namun tentang didengarkan dan dipahami serta memastikan orang lain merasakan hal yang sama.
Orang yang menjadi komunikator yang lebih baik seiring bertambahnya usia tidak hanya berbakat secara alami namun mereka telah mengadopsi praktik dan kebiasaan tertentu yang membantu mereka berkomunikasi lebih efektif.
Dilansir dari laman Ideapod, terdapat beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan agar bisa menjadi komunikator yang baik di usia yang menua di antaranya:
1. Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara
Seiring bertambahnya usia tentu banyak dari kita menyadari bahwa komunikasi bukan hanya sekedar berbicara namun tentang mendengarkan. Komunikasi yang efektif tergantung pada kemampuan mendengarkan secara aktif.
Ini bukan hanya tentang mendengarkan kata-katanya tetapi juga tentang memahami pesan, emosi dan niat yang mendasarinya. Artinya memberikan perhatian penuh kepada pembicara dan menunjukkan empati serta pengertian.
Mereka yang ingin menjadi komunikator yang baik telah belajar bahwa dengan lebih banyak mendengarkan daripada berbicara mereka dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sudut pandang pembicara dan merespons dengan cara yang lebih bermakna dan relevan.
2. Transparan dan autentik
Seiring bertambahnya usia maka akan semakin paham bahwa keaslian dan transparansi adalah kunci komunikasi yang efektif. Kebiasaan bersikap transparan dan autentik bisa meningkatkan keterampilan komunikasi sehingga bisa menjadi komunikator yang baik saat usia menua.
3. Merangkul keheningan
Dalam komunikasi, keheningan sering dianggap tidak nyaman atau canggung namun sebenarnya keheningan dalam sebuah obrolan tidak bisa Anda remehkan. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa berhenti sejenak selama 3 detik dapat meningkatkan kemampuan kita memproses informasi dan membuat respons yang lebih bijaksana.
Keheningan dalam percakapan juga memungkina Anda untuk lebih memahami apa yang telah dikatakan, merenungkan dan merumuskan tanggapan yang lebih bijaksana. Merangkum keheningan ini tentu menunjukkan rasa hormat terhadap pemikiran dan pendapat orang lain.
4. Bersikap empati
Empati adalah alat komunikasi yang ampuh sebagai kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Bahkan dengan empati bisa membangun koneksi, menumbuhkan kepercayaan, dan mendorong komunikasi yang terbuka dan jujur.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
