
5 sifat yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang kurang mendapat empati dimasa kecil (pexels/Matheus Bertelli)
JawaPos.com – Berbicara tentang empati agaknya tidak akan pernah ada habisnya. Namun, ini adalah hal yang sangat penting.
Beberapa peneliti menyatakan bahwa empati adalah bagian penting untuk membuat orang menjadi lebih baik.
Sebagaimana dicatat oleh Karina Schumann, seorang profesor psikologi sosial, “empati adalah prediktor kuat terhadap hal-hal yang kita anggap sebagai perilaku positif yang bermanfaat bagi masyarakat, individu, dan hubungan.”
Bahkan rata-rata orang sepertinya setuju. Dalam survei yang dilakukan Ernst and Young, 86 persen responden percaya bahwa kepemimpinan yang berempati di perusahaan meningkatkan semangat kerja, sementara 87 persen mengatakan hal itu “penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.”
Namun, tidak semua orang cukup beruntung untuk tumbuh dalam lingkungan di mana empati dipupuk, dan sudah pasti bahwa pengalaman masa kecil akan mengikuti kita hingga dewasa.
Lalu, bagaimana kurangnya empati di masa kanak-kanak dapat mempengaruhi seseorang saat dewasa? Tentu saja hal itu bisa berdampak besar pada kepribadian dan perilaku.
Baca Juga: Memiliki Empati yang Tinggi, Kenali Ciri-ciri Kepribadian Plegmatis, Salah Satunya Introvert
Hari ini, kita akan membahas lima sifat yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang kurang mendapat empati dimasa kecil seperti yang dikutip dari ideapod.com, Rabu (17/4).
Sebagaimana dicatat oleh Psych Central, komunikasi kita di masa dewasa sering kali mencerminkan dinamika komunikasi yang kita amati dan alami di tahun-tahun awal kita.
Orang yang tumbuh dengan orang tua yang kurang berempati mungkin pernah mendengar ungkapan seperti “Berhenti menangis; itu bukan masalah besar” atau “Saya tidak ingin mendengar tentang masalah Anda.”
Jadi apa yang mereka lakukan?
Mereka mengulangi gaya komunikasi yang sama seperti orang dewasa. Dalam hubungan romantis, mereka juga mungkin menanggapi kerentanan dengan kalimat seperti “Mengapa kamu mempermasalahkan hal ini?” atau “Kamu terlalu sensitif.”
Di tempat kerja, hal ini mungkin bermanifestasi sebagai tanggapan yang meremehkan ide rekan kerja atau kurangnya dukungan terhadap kesejahteraan emosional anggota tim. Seperti yang mungkin Anda bayangkan, hal ini dapat membuat Anda sulit terhubung secara emosional dengan orang lain.
Baca Juga: Simak 5 Manfaat Berteman yang Perlu Ditanamkan kepada Anak, Salah Satunya Menumbuhkan Rasa Empati
Orang-orang yang tidak menerima banyak empati semasa kanak-kanak tidak hanya tidak bisa mendengar perasaan orang lain, mereka benar-benar kesulitan memahaminya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
