
Ilustrasi: Introvert berinteraksi di tempat kerja. (Istimewa)
JawaPos.com – Sebagian besar introvert kesulitan dalam menjalin pertemanan dan bersosialisasi. Memikirkan proyek kelompok saja sudah bisa membuat mereka takut.
Namun, sebuah pekerjaan menghadirkan tantangan yang lebih serius. Saat wisuda sudah dekat, orang-orang introvert mungkin mulai khawatir untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan.
Dilansir dari ideapod.com, Minggu (14/4), berikut beberapa tips untuk Anda yang mungkin akan dapat membuat diri Anda lebih terlihat di tempat kerja tanpa harus mengubah diri Anda menjadi orang yang suka bersosialisasi atau ekstroversi palsu:
Jika Anda kesulitan untuk berbicara dalam rapat atau kesulitan menyombongkan diri kepada atasan Anda, kirimkan email kepadanya. Lagi pula, menulis cenderung lebih mudah daripada berbicara bagi banyak orang introvert.
Jika Anda cukup berani, tembuskan juga email itu ke kolega Anda. Ini tentang berbagi pencapaian Anda dengan orang lain dalam format yang sesuai untuk Anda.
Baca Juga: Sajak: [ke]-tiada-an
Bersikap spontan tentu saja adalah hal yang menyenangkan, tetapi hal ini biasanya tidak berhasil bagi orang-orang yang introvert. Jadi, sebelum rapat, cobalah meluangkan waktu untuk merencanakan apa yang ingin Anda katakan.
Pendekatan ini memastikan bahwa Anda memiliki setidaknya satu hal untuk dibagikan kepada kelompok, jadi Anda tidak hanya duduk diam ketika atasan Anda bertanya, “Apakah Anda memiliki sesuatu untuk ditambahkan?”
Kelompok sosial cocok untuk introvert, sebab hal itu memungkinkan mereka untuk tetap berada di belakang. Misalnya, Anda tidak suka pergi ke bar untuk minum, namun Anda senang mengorganisir acara sosial.
Jadi, Anda bisa saja bergabung di bagian dari klub sosial yang bertanggung jawab mengatur acara, sementara orang lain (biasanya ekstrover) menangani sosialisasi yang sebenarnya.
Kelompok sosial lain yang baik untuk introvert adalah kelompok yang memiliki struktur atau tujuan tertentu. Misalnya, Anda bisa bergabung dengan klub buku di tempat kerja atau kelompok sukarelawan.
Ketika kelompok memiliki fokus atau tujuan yang jelas, hal ini mengurangi kebutuhan untuk berbasa-basi, sehingga lebih mudah untuk terlibat tanpa merasa lelah.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
