Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 April 2024 | 19.45 WIB

7 Ungkapan yang Tidak Pernah Digunakan Perempuan Dewasa Secara Emosional dalam Pertengkaran, Apa Saja?

Ilustrasi perempuan sedang berdebat dengan sahabatnya. - Image

Ilustrasi perempuan sedang berdebat dengan sahabatnya.

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari tentu pernah mendapati diri Anda sedang merasakan panas-panasnya dalam perdebatan atau pertengkaran hingga banyak kata dan kalimat yang terbang lebih cepat daripada pikiran. Biasanya hal seperti muncul rasa penyesalan di kemudian hari.

Di saat masa perdebatan tentu suasananya penuh ketegangan dan perdebatan sengit yang benar-benar menguji kematangan emosi. Perempuan yang matang secara emosional memiliki semacam keanggunan dan kemampuan untuk mengatasi konflik tanpa menggunakan bahasa yang berbahaya atau merusak.

Artinya perempuan anggun dan dewasa bukan berarti tidak boleh merasa marah atau frustasi namun mereka hanya memilih kata-kata dengan bijak sehingga tidak merugikan satu sama lain.

Dilansir dari laman Hackspirit terdapat beberapa ungkapan yang dihindari oleh perempuan dewasa secara emosional saat bertengkar diantaranya :

1. “Kamu selalu” atau “Kamu tidak pernah…”

Pernyataan pertama ini mungkin tampak seperti cara yang mudah untuk mengungkapkan rasa frustasi namun sebenarnya bisa sangat berbahaya. Ungkapan seperti ini membuat orang lain merasa diserang dan sering kali tidak akurat.

Perempuan yang dewasa secara emosional menghindari istilah-istilah absolut karena mereka tahu dalam perdebatan bukan soal saling menyalahkan, melainkan mengungkapkan perasaan dan mencari solusi.

Ungkapan ini bisa diganti dengan “Saya merasa diabaikan ketika…” atau “Saya memperhatikan bahwa kadang-kadang…”

2. “Ini bukan masalah besar”

Perempuan yang matang secara emosional tidak pernah meremehkan atau mengabaikan perasaan atau sudut pandang orang lain. Meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami mengapa sesuatu bisa menjadi masalah besar bagi orang lain.

Mereka lebih menyadari bahwa perasaan setiap orang adalah sah dan pantas dihormati.

3. “Terserah”

Perempuan yang matang secara emosional memahami bahwa “apa pun” bukanlah solusi bukan resolusi yang dikenal dengan pelarian dan hanya sementara. Mereka justru lebih bersandar pada ketidaknyamanan argument dengan kalimat seperti “Bisakah kita istirahat dan membahasnya kembali nanti?”

Perempuan yang dewasa emosionalnya memahami dan mengakui pentingnya ada jeda bukan menutup pembicaraan. Dengan memberikan jeda sama halnya menghormati kebutuhan kedua belah pihak akan ruang dan tetap membuka jalan bagi penyelesaian.

4. “Jika kamu mencintaiku, kamu akan…”

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore