Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 April 2024 | 06.55 WIB

Tetap Bersikap Tenang, Begini Cara Berkomunikasi dengan Psikopat Agar Tetap Aman

Ilustrasi psikopat. - Image

Ilustrasi psikopat.

JawaPos.com - Psikopat mengacu pada seseorang yang tidak mengikuti norma moral masyarakat dan kurang berempati. Biasanya, psikopat tidak berperasaan, manipulatif, dan penipu. Mereka sering melakukan tindakan kekerasan, pencurian, atau penipuan untuk membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan.

Seseorang yang menunjukkan psikopati tidak memiliki empati, rasa malu, dan penyesalan yang menyebabkan mereka terus-menerus melanggar hak dan kesejahteraan orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat psikopati pada populasi umum adalah sekitar 1,2 persen. Laki-laki secara signifikan lebih mungkin untuk menunjukkan ciri-ciri psikopat dibandingkan perempuan.

Tanda-Tanda Seorang Psikopat

Dikutip dari Verywellhealth.com, Jumat (12/4), kebanyakan orang yang menunjukkan psikopati mulai menunjukkan sifat-sifat antisosial selama masa kanak-kanak, seringkali sebelum usia 10 tahun. Namun, seseorang dapat mengembangkan sifat-sifat psikopat di kemudian hari.

Beberapa ciri dan kecenderungan kepribadian yang terkait dengan psikopati meliputi:

- Kurangnya empati
- Impulsif
- Kemarahan yang tidak terkendali
- Keinginan yang kuat akan kegembiraan, hal baru, dan penghargaan
- Berbohong tanpa alasan yang jelas
- Mendominasi
- Egois
- Arogan

Penyebab Seseorang Menjadi Psikopat

Tidak ada penyebab pasti dari psikopati. Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan faktor yang berkontribusi, termasuk:

- Genetik

Psikopati sering diturunkan dalam keluarga. Penelitian pada saudara kembar dan keluarga menunjukkan bahwa variasi genetik sering berperan dalam pewarisan sifat-sifat psikopat

- Struktur otak

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan psikopati mengalami gangguan fungsi di beberapa area otak, seperti korteks prefrontal (yang terlibat dalam pemikiran kompleks, pengambilan keputusan, dan perencanaan) dan amigdala (yang terlibat dalam pemrosesan emosi, terutama rasa takut).

- Trauma masa kanak-kanak

Trauma masa kanak-kanak, seperti pelecehan fisik, pelecehan seksual, atau kekerasan secara emosional, serta paparan terhadap kekerasan dalam rumah tangga di rumah, secara signifikan meningkatkan risiko psikopati, terutama jika seseorang secara genetik sudah memiliki kecenderungan mengalaminya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore