
Ilustrasi pasangan suami istri bahagia karena suami selalu bertanggung jawab dan memahami kebutuhan istri.
JawaPos.com – Dalam sebuah pernikahan dibutuhkan peran suami sebagai kepala rumah tangga untuk membimbing, mendidik, dan mengarahkan istri dan anak ke jalan yang baik dan bermanfaat. Namun, menjadi suami yang baik agar mampu menjadi kepala rumah tangga yang patut diteladani juga sangatlah susah. Bahkan di era sekarang susah sekali menemukan suami yang bisa memperbaiki diri agar bisa lebih baik dari hari ini.
Artinya dalam hubungan pernikahan tidak ada yang sudah sempurna. Baik istri atau suami tetap harus belajar agar mampu mengenali mana yang salah dan mana yang harus diperbaiki.
Suami diharapkan menjadi yang lebih baik karena pemimpin dalam rumah tangga. Ibaratnya kunci bahagia dan selamat tidaknya pernikahan dilihat dari suaminya.
Dilansir dari laman Hackspirit, terdapat beberapa perilaku yang harus ditinggalkan agar menjadi suami yang lebih baik, di antaranya:
1. Mengabaikan komunikasi
Komunikasi adalah kunci utama dalam sebuah hubungan. Tidak sedikit orang yang gagal pernikahan karena komunikasi yang tidak sehat. Suami yang hebat adalah dia yang mengetahui dan memahami pentingnya komunikasi.
Bahkan saat ada masalah, dia lebih memilih untuk menyembunyikan karena dia ingin menghindari kebencian atau perselisihan. Pasalnya hal ini akan lebih berbahaya karena seiring berjalannya waktu emosi dalam diri akan bergejolak keluar.
2. Menganggap remeh pasangan Anda
Dalam kunci berhasilnya dalam hubungan pernikahan, pasangan suami istri tidak boleh menganggap remeh pasangan. Termasuk pihak suami karena dia yang menjadi kepala rumah tangga.
Banyak suami yang menyesal pada saat pasca perpisahan karena selama pernikahan dia selalu meremehkan istrinya. Oleh sebab itu, untuk menjadi lebih baik Anda bisa mulai mengucapkan terima kasih.
3. Menghindari tanggung jawab
Tidak hanya soal pernikahan, namun pekerjaan rumah, mengasuh anak atau dukungan emosional tentu sangat dibutuhkan rasa tanggung jawab. Untuk menjadi suami yang lebih baik mulailah untuk selalu berkomitmen dalam bertanggung jawab keluarga.
Justru saat menghindari dan melalaikan tugas dapat membuat pasangan Anda merasa kewalahan dan diremehkan.
4. Tidak mendengarkan secara aktif
Menjadi suami yang baik tidak harus selalu berkaitan dengan finansial namun tentang menjadi pendengar yang aktif. Mendengarkan disini artinya memahami bukan untuk membalas.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
