
Hindari Mental Keliru Ini untuk Membuat Keputusan./Pexels/ Vlada Karpovich
JawaPos.com – Membuat keputusan yang baik memang tak semudah mengedipkan mata. Namun, ia memerlukan berbagai pertimbangan matang untuk memutuskannya.
Namun, keputusan yang baik tidak hanya dibuat berdasarkan pertimbangan akal saja, melainkan beberapa mentalitas yang salah, dapat menghalangi lahirnya keputusan yang baik.
Terdapat beberapa kesalahan mental yang perlu untuk dihindari agar dapat menghasilkan keputusan yang baik sebagaimana dilansir dari jamesclear.com pada Sabtu (6/4).
1. Survivorship bias
Ketika membuat keputusan, seringkali kita mencari referensi dari pengalaman orang lain, belajar dari orang lain.
Namun, sayangnya acap kali kita sering bias dalam belajar dari pengalaman orang lain. Kita hanya belajar dari sang pemenang alias sukses, kita tak pernah belajar dari mereka yang kalah atau gagal.
Itulah yang kemudian disebut sebagai survivorship bias. Kita cenderung fokus pada pihak yang menang dalam bidang tertentu dan belajar dari mereka, sembari melupakan pihak yang kalah.
Ini adalah mentalitas yang keliru. Pasalnya, untuk belajar kita bisa menyerap keduanya. Kita bisa meniru sang pemenang, dan kita juga bisa belajar untuk tidak mengulangi kesalahan dari mereka yang kalah.
2. Tidak mau rugi
Ketika kamu diberi uang lima ribu, kamu mungkin akan sedikit senang, namun ketika kamu kehilangan uang lima ribu, apalagi ketika itu hanya satu-satunya, kamu akan merasa sangat rugi.
Kecenderungan kita dalam menghindari kerugian sebesar mungkin justru menyebabkan lahirnya keputusan yang konyol.
Pembuatan keputusan dalam konteks ini adalah proses dimana seseorang cenderung lebih memilih untuk menghindari kerugian daripada mendapatkan keuntungan.
Ini terjadi karena kita merasakan kerugian dengan intensitas yang jauh lebih besar daripada kepuasan yang didapat dari keuntungan yang setara.
Kecenderungan ini dapat menyebabkan kita membuat keputusan yang tidak rasional, seperti tetap mempertahankan barang yang jarang digunakan atau merasa lebih terganggu ketika kehilangan kesempatan daripada merasakan kegembiraan saat mendapat kesempatan.
3. Ketersediaan heuristik

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
