Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2024 | 12.45 WIB

Jauhi 5 Mental Keliru Ini untuk Membuat Keputusan, Jangan Sampai Terjadi pada Dirimu Sendiri

Hindari Mental Keliru Ini untuk Membuat Keputusan./Pexels/ Vlada Karpovich - Image

Hindari Mental Keliru Ini untuk Membuat Keputusan./Pexels/ Vlada Karpovich

JawaPos.com – Membuat keputusan yang baik memang tak semudah mengedipkan mata. Namun, ia memerlukan berbagai pertimbangan matang untuk memutuskannya.

Namun, keputusan yang baik tidak hanya dibuat berdasarkan pertimbangan akal saja, melainkan beberapa mentalitas yang salah, dapat menghalangi lahirnya keputusan yang baik.

Terdapat beberapa kesalahan mental yang perlu untuk dihindari agar dapat menghasilkan keputusan yang baik sebagaimana dilansir dari jamesclear.com pada Sabtu (6/4).

1. Survivorship bias

Ketika membuat keputusan, seringkali kita mencari referensi dari pengalaman orang lain, belajar dari orang lain.

Namun, sayangnya acap kali kita sering bias dalam belajar dari pengalaman orang lain. Kita hanya belajar dari sang pemenang alias sukses, kita tak pernah belajar dari mereka yang kalah atau gagal.

Itulah yang kemudian disebut sebagai survivorship bias. Kita cenderung fokus pada pihak yang menang dalam bidang tertentu dan belajar dari mereka, sembari melupakan pihak yang kalah.

Ini adalah mentalitas yang keliru. Pasalnya, untuk belajar kita bisa menyerap keduanya. Kita bisa meniru sang pemenang, dan kita juga bisa belajar untuk tidak mengulangi kesalahan dari mereka yang kalah.

2. Tidak mau rugi

Ketika kamu diberi uang lima ribu, kamu mungkin akan sedikit senang, namun ketika kamu kehilangan uang lima ribu, apalagi ketika itu hanya satu-satunya, kamu akan merasa sangat rugi.

Kecenderungan kita dalam menghindari kerugian sebesar mungkin justru menyebabkan lahirnya keputusan yang konyol.

Pembuatan keputusan dalam konteks ini adalah proses dimana seseorang cenderung lebih memilih untuk menghindari kerugian daripada mendapatkan keuntungan.

Ini terjadi karena kita merasakan kerugian dengan intensitas yang jauh lebih besar daripada kepuasan yang didapat dari keuntungan yang setara.

Kecenderungan ini dapat menyebabkan kita membuat keputusan yang tidak rasional, seperti tetap mempertahankan barang yang jarang digunakan atau merasa lebih terganggu ketika kehilangan kesempatan daripada merasakan kegembiraan saat mendapat kesempatan.

3. Ketersediaan heuristik

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore