Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 10.09 WIB

Jika Anda Telah Membuat 7 Keputusan Hidup Berisiko Ini, Anda Lebih Berani daripada Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

seseorang yang membuat keputusan hidup yang berisiko./Freepik/Drazen Zigic - Image

seseorang yang membuat keputusan hidup yang berisiko./Freepik/Drazen Zigic

JawaPos.com - Keberanian sering disalahartikan sebagai tindakan heroik yang besar dan dramatis. Padahal, dalam psikologi, keberanian justru lebih sering muncul dalam keputusan-keputusan hidup yang sunyi, penuh ketidakpastian, dan kadang tidak dipahami oleh orang lain.

Ini bukan soal nekat tanpa perhitungan, melainkan kemampuan menghadapi ketakutan sambil tetap melangkah.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (20/4), jika Anda pernah mengambil beberapa keputusan berikut, ada kemungkinan Anda lebih berani daripada kebanyakan orang—meskipun Anda sendiri mungkin tidak menyadarinya.

1. Meninggalkan Zona Nyaman Tanpa Jaminan Pasti

Keluar dari pekerjaan stabil, pindah kota, atau memulai sesuatu dari nol adalah salah satu bentuk keberanian paling nyata. Secara psikologis, manusia cenderung menghindari ketidakpastian karena otak kita dirancang untuk mencari keamanan.

Namun, ketika Anda memilih ketidakpastian demi pertumbuhan, Anda sedang melawan naluri dasar tersebut. Itu bukan hal kecil—itu bukti keberanian mental yang kuat.

2. Mengakui Kesalahan dan Memulai Lagi

Banyak orang lebih memilih bertahan dalam situasi yang salah daripada mengakui bahwa mereka keliru. Ini disebut sebagai sunk cost fallacy—kecenderungan mempertahankan keputusan karena sudah “terlanjur”.

Jika Anda pernah berkata, “Saya salah, dan saya akan mulai lagi,” Anda telah melakukan sesuatu yang secara psikologis sangat sulit. Dibutuhkan keberanian untuk menghadapi ego sendiri.

3. Mengikuti Jalan Hidup yang Tidak “Umum”

Memilih jalur karier yang tidak konvensional, menunda standar sosial (seperti menikah atau memiliki rumah), atau hidup dengan cara yang berbeda dari ekspektasi lingkungan sering kali membawa tekanan sosial yang besar.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh norma kelompok. Jadi ketika Anda tetap memilih jalan sendiri, Anda sedang melawan tekanan kolektif—dan itu adalah bentuk keberanian yang jarang dimiliki.

4. Menghadapi Ketakutan Emosional Secara Langsung

Banyak orang menghindari emosi tidak nyaman—seperti kesedihan, penolakan, atau kegagalan. Namun, jika Anda pernah dengan sengaja menghadapi perasaan tersebut, misalnya melalui terapi, refleksi diri, atau percakapan sulit, itu adalah keberanian emosional.

Psikologi modern menekankan bahwa emotional avoidance justru memperparah kecemasan. Menghadapinya secara langsung membutuhkan kekuatan mental yang besar.

5. Mengambil Risiko untuk Cinta atau Hubungan

Membuka diri, mempercayai orang lain, atau bertahan dalam hubungan yang membutuhkan usaha bukanlah hal mudah. Risiko ditolak atau disakiti sangat nyata.

Namun, keberanian dalam hubungan bukan tentang tidak takut terluka—melainkan tetap memilih untuk terhubung meski ada kemungkinan itu terjadi.

6. Berdiri Teguh pada Prinsip, Meski Sendirian

Ada saatnya Anda tahu apa yang benar, tetapi lingkungan sekitar tidak mendukung. Mengungkapkan pendapat yang berbeda atau mempertahankan nilai pribadi dalam situasi seperti ini membutuhkan keberanian moral.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan integritas diri—kemampuan untuk tetap selaras dengan nilai internal, bahkan di bawah tekanan eksternal.

7. Berinvestasi pada Diri Sendiri Tanpa Kepastian Hasil

Belajar hal baru, memulai bisnis, atau mengejar impian tanpa jaminan keberhasilan sering dianggap “berisiko”. Namun, keputusan seperti ini menunjukkan growth mindset—keyakinan bahwa kemampuan bisa dikembangkan.

Psikologi menunjukkan bahwa orang dengan pola pikir ini lebih tahan terhadap kegagalan dan lebih berani mencoba hal baru.

Jadi, Apa Artinya Semua Ini?

Keberanian bukan berarti tidak takut. Justru sebaliknya—keberanian adalah kemampuan untuk tetap bertindak meskipun rasa takut itu ada.

Jika Anda mengenali diri Anda dalam beberapa poin di atas, kemungkinan besar Anda telah menjalani hidup dengan tingkat keberanian yang lebih tinggi daripada rata-rata. Bukan karena Anda selalu yakin, tetapi karena Anda tetap melangkah saat orang lain memilih berhenti.

Dan yang menarik, keberanian seperti ini sering tidak terlihat dari luar. Tidak selalu mendapat pengakuan. Tapi secara psikologis, inilah jenis keberanian yang paling membentuk kehidupan seseorang.*
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore