
Cara kerja intuisi (lithub.com)
JawaPos.com – Banyak penelitian di bidang psikologi yang menjelaskan bahwa, intuisi adalah proses yang sangat nyata, di mana otak memanfaatkan pengalaman masa lalu, bersama dengan sinyal internal dan isyarat dari lingkungan untuk membantu kita mengambil keputusan.
Keputusan ini terjadi begitu cepat, sehingga tidak masuk dalam pikiran sadar kita. Hal ini juga ditunjukkan dalam penelitian klasik yang telah dilakukan.
Dilansir dari lithub.com, Selasa (26/3), dalam penelitian tersebut, para sukarelawan harus memilih kartu dari dua dek, yang tanpa mereka ketahui telah dicurangi.
Baca Juga: Mengonsumsi Vitamin B dengan Bijak Selama Bulan Ramadhan, Panduan dan Aturan yang Perlu Diketahui
Satu dek memberikan kemenangan besar dan kerugian besar. Sementara dek lainnya memberikan keuntungan kecil dan hampir tidak ada kerugian. Rata-rata, diperlukan waktu hampir delapan puluh kali sebelum para sukarelawan menemukan jawabannya.
Namun, inilah temuan menariknya. Setelah hanya ada sepuluh kartu yang tersisa, para sukarelawan dapat mengetahui kartu mana yang “berbahaya”.
Setelah diselidiki lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa para sukarelawan mengalami apa yang dikenal sebagai respons kulit galvanik—peningkatan keringat—saat memilih kartu risiko tinggi/keuntungan tinggi.
Para peneliti menyimpulkan bahwa sinyal tubuh ini menghasilkan bias intuitif yang digunakan untuk memandu pengambilan keputusan sebelum otak sadar menyadari apa yang sedang terjadi.
Sehingga jelas, dalam banyak situasi kita harus mengambil keputusan tanpa mengetahui semua faktanya, memiliki akses terhadap intuisi ini dapat bermanfaat.
Intuisi sendiri adalah bagian pikiran kita yang menyajikan inti suatu situasi. Petunjuk intuitif ini hampir tidak terlihat, terjadi dengan cepat, dan memungkinkan kita mengambil informasi tentang dunia tanpa sengaja.
Ini adalah pengetahuan yang tidak dapat diartikulasikan, tidak diajarkan tetapi diperoleh melalui osmosis. Intuisi memberikan landasan bagi kemampuan kita untuk memahami situasi dan masalah sehari-hari yang kompleks. Itu seperti “firasat” yang mudah dilewatkan.
Sebagian besar dari kita pasti mempunyai firasat bahwa ada sesuatu yang tidak beres, meskipun kita tidak dapat menentukan alasannya. Intuisi ini juga dapat sangat membantu dalam menyelaraskan kita dengan norma-norma budaya dalam suatu situasi baru.
Karena otak kita secara tidak sadar menganalisis pola dan probabilitas sebelum pikiran sadar kita sempat mengetahuinya. Petunjuk intuitif ini bisa sangat berguna untuk mengarahkan kita ketika kita berada di lingkungan baru dan asing.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
