Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 17.37 WIB

7 Tanda Kamu Berusaha Terlalu Keras untuk Bahagia, Tanpa Disadari Hal itu Justru Membuatmu Amat Sengsara

7 tanda Anda berusaha terlalu keras untuk menjadi bahagia (hackspirit.com) - Image

7 tanda Anda berusaha terlalu keras untuk menjadi bahagia (hackspirit.com)

JawaPos.com –  Salah satu siswa ditanya apa cita-citanya ketika besar nanti, ia mengatakan kepada gurunya “untuk berbahagia”. Ketika guru menjawab bahwa dia tidak memahami tugas tersebut, dia menjawab bahwa mereka tidak memahami kehidupan.

Maaf mengecewakan, tetapi kecil kemungkinan hal ini akan terjadi. Sebab, hal ini menyentuh inti satu fakta universal.

Kita semua menginginkan kebahagiaan, lebih dari apa pun dalam hidup. Namun, sering kali justru genggaman kitalah yang membuatnya lolos dari jemari kita.

Dilansir dari hackspirit.com, Selasa (26/3), berikut adalah 7 tanda Anda berusaha terlalu keras untuk menjadi bahagia, dan itu tidak membantu Anda.

  1. Perbaikan diri menjadi tongkat yang Anda gunakan untuk menyalahkan diri sendiri

Anda penggemar berat segala hal mengenai pengembangan diri. Anda pikir ini bisa menjadi alat yang luar biasa untuk mencoba memahami diri kita sendiri dengan lebih baik.

Namun, jika kita tidak hati-hati, hal itu bisa membuat kita terus-terusan merasa tidak pernah cukup baik.

Terjebak dalam kritik pada diri sendiri yang terus-menerus seperti itu akan berdampak buruk pada kesehatan mental Anda.

Berusaha untuk menjadi lebih baik adalah hal yang luar biasa, asalkan Anda tidak terus-menerus merendahkan diri sendiri dalam prosesnya.

Anda menjadi sangat fokus pada kekurangan yang Anda rasakan dan membuat diri Anda merasa tidak enak karenanya. 

Bukannya membuat diri Anda semakin berkembang, Anda juga akan membuat lelah diri Anda secara mental.

  1. Anda fokus pada hal-hal yang membuat Anda bahagia

Kebahagiaan abadi tidak sama dengan kesenangan sesaat. Tapi dengan itu, kita justru bisa menjadi pecandu nafsu hedonistik yang ditawarkan kehidupan kepada kita.

Hal-hal itu mungkin bisa memenuhi kerinduan kita akan kegembiraan, namun hal-hal tersebut selalu berumur pendek.

Misalnya, kita mendapatkan kenyamanan dengan makan berlebihan, minum terlalu banyak, atau berbelanja. Ini mungkin memberi kita cahaya hangat yang terasa seperti kebahagiaan.

Namun, nyatanya hal itu tidak akan pernah bertahan lama. Kita perlu lebih banyak lagi untuk memenuhi rasa haus yang tak terpuaskan ini.

Selain itu, apa yang awalnya sangat tinggi dapat dengan cepat membuat kita tersungkur kembali ke bumi ketika sudah habis.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore