Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 17.08 WIB

Bagaimana Mendengarkan Firasat sebagai Intuisi dan Bukan Kecemasan Semata? Simak!

perbedaan intuisi dan kecemasan? (Pexels/Karolina Grabowska) - Image

perbedaan intuisi dan kecemasan? (Pexels/Karolina Grabowska)

JawaPos.com –  Perasaan seringkali disebut mirip dengan intuisi. Namun terkadang, perasaan tidak selalu sama dengan intuisi.

Dari sudut pandang fisiologis, ahli saraf dan penulis The Source Tara Swart, MD, Ph.D., menyampaikan perasaan ini seperti usus yang merupakan kombinasi bakteri usus yang berkomunikasi langsung ke otak Anda melalui pembawa pesan kimiawi dalam darah (transmisi sitokin 1) dan koneksi neuron usus ke bagian otak yang limbik (emosional dan imajinasi). 

Dari sudut pandang yang lebih spiritual, yang dibagikan penulis A Little Bit of Intuition Catharine Allan mengatakan bahwa, intuisi bekerja ketika orang tiba-tiba mendapatkan sensasi secara keseluruhan terhadap sesuatu yang sedang atau akan ia alami. Tetapi, cara mengetahui itu muncul berbeda untuk setiap orangnya.

Intuisi seringkali memberi tahu kita tentang suatu hal yang akan terjadi. Sayangnya, intuisi ini tidak hanya muncul ketika kita akan membayangkan sebuah kebahagiaan, tetapi juga masalah.

Intuisi terkadang muncul saat ada orang yang berbahaya di dekat Anda, atau saat Anda akan mengalami situasi yang membahayakan nyawa Anda.

Namun, disisi lain, sebagian orang berpikir hal ini mungkin saja hanya sebuah kecemasan semata yang timbul akibat keadaan yang tidak menguntungkan.

Akhirnya, orang-orang pun mulai mengekstraksi, bagaimana kita bisa membedakan intuisi dari kecemasan atau ketakutan semata?

Jika Anda adalah seseorang yang menghadapi kecemasan, membedakan antara rasa takut dan intuisi mungkin merupakan suatu tantangan yang cukup sulit.

“Intuisi berasal dari keadaan tenang dan penuh perhatian yang tidak emosional dan karena itu tujuan terhadap energi atau pesan yang datang,” jelaskan Allan, sebagaimana dikutip JawaPos.com dari laman mindbodygreen.com

"Kecemasan adalah kekuatan yang menjerit, bergetar, dan tidak seimbang; hal itu membuat orang-orang masuk ke dalam keadaan di mana jantung mereka mulai berdebar kencang dan saraf menjadi gelisah," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa, intuisi dan pemikiran memerlukan kesadaran diri dan kepercayaan, serta memperhatikan pola kapan intuisi Anda benar atau salah, dan kapan Anda mengalami kecemasan atau tidak. 

Perasaan adalah manifestasi fisik dari intuisi kita. Namun, perlu diingat juga bahwa hal itu terkadang tidak selalu akurat. 

Dengan kesabaran dan latihan yang dilakukan secara rutin, dan saat kehidupan spiritual Anda semakin dalam, Anda mungkin akan lebih mampu mengetahui kapan Anda menerima tekanan yang harus dipercaya dan mana yang tidak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore