Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 19.10 WIB

9 Ciri-ciri Kamu Perlu Rehat dari Media Sosial, Simak Penjelasannya Agar Tak Lagi Kecanduan

Tanda di media sosial bahwa seseorang jatuh cinta pada Anda./ Sumber foto: freepik/creativeart

 

JawaPos.com - Di era serba digital hari ini, media sosial sudah bak makanan sehari-hari yang selalu hadir menemani sepanjang hari. Bahkan sudah seperti kebutuhan kita yang setiap hari rasa-rasanya perlu untuk diakses dan dijelajahi.

Sudah seperti candu yang membelenggu, media sosial sulit untuk dilupakan dan diabaikan. Bahkan, para penggunannya sering kehilangan waktu hanya gara-gara berjejaring online di media sosial.

Seorang Psikolog Adam Borland, PsyD sebagaimana yang dilansir dari situs cleveland clinic menjelaskan mengenai ciri-ciri bahwa seseorang perlu sejenak untuk istirahat dari berselancar media sosial.

  1. Refleks selalu cek media sosial

“Anda sudah melakukan autopilot, seolah-olah ibu jari anda punya pikirannya sendiri,” ungkap Psikolog dari Hillcrest Medical Building 2, AS tersebut.

Seseorang akan terlalu asik berjejaring online hingga ia tak menyadari bahwa dirinya telah dikuasai media sosial. 

  1. Selalu online

Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang-orang berinteraksi dengan gawainya sebanyak 2.617 kali dalam sehari.

Ini adalah angka yang sudah berlebihan, dan jika kamu mengalami ini, alangkah baiknya untuk menguranginya. 

  1. Selalu membanding-bandingkan

Tak sedikit orang membanding-bandingkan dirinya dengan standar yang ada di media sosial. Perilaku semacam ini hanya akan berdampak buruk pada diri sendiri

“Ketika anda membandingkan diri anda secara negatif dengan apa yang anda lihat di internet, anda bisa mulai merasa bahwa hidup Anda sendiri kurang,” tutur Adam Borland.

  1. Fomo

Media sosial mengakibatkan kamu selalu takut ketinggalan akan trends, atau Fomo. Seolah-olah ada sesuatu yang menarik yang tak boleh terlewatkan.

“Orang sering mengatakan bahwa hal ini membuat mereka merasa ada hal menakjubkan yang mereka lewatkan,” jelas Adam Borland.

  1. Timbul rasa tidak aman

Pada akhirnya Fomo berdampak pada perasaan tidak aman dan insecure bagi seseorang yang kecanduan media sosial.

“Perasaan semacam ini mengingkan pada masa kecil seperti tak diundang ke acara menginap bersama teman. Hal ini benar-benar dapat menimbulkan perasaan tidak aman yang lebih dalam,” ungkap Adam Borland.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore