
Dari kiri Ketua Executive Lily Liem, President Ina L. Gunawan, dan Founder Ladies Study Ursulla Maharani.
JawaPos.com–Perempuan memakai begitu banyak topi peran. Baik itu topi sebagai seorang istri, ibu, atau karir masing-masing. Namun banyak perempuan yang kehilangan arah karena lupa cara melepas topi tersebut.
Hal itu yang ingin diubah Sylvia Silvers, love and relationship coach dalam workshop Powerful Woman bersama komunitas Ladies Study pada Kamis (14/3).
’’Banyak yang bilang perempuan kuat harus bisa berkorban dan memilih satu hal. Tapi begitu perempuan berkorban, dia akan mulai menghadapi semuanya. Ada depresi, anxiety, moody, dan sebagainya,’’ kata Sylvia.
President Ladies Study Indonesia Ina L. Gunawan.
Dia menegaskan, perempuan kuat tidak harus berkorban. Justru semakin bisa meminta bantuan, semakin kuat. Sebab, perempuan takut terlihat lemah ketika meminta bantuan.
Dia pun membagikan cara menjadi perempuan powerful. Salah satunya dengan mengasah energi feminin.
’’Feminin itu nurture, melayani, mencintai, baik dan empati. Tapi kalau digunakan secara salah, seperti pisau yang tajamnya dua sisi,’’ ujar Sylvia.
Dari kiri Linda Purnawan, Soesywaty Soendjaja, Lily Liem.
Untuk itu, perlu mengetahui value diri sendiri. Gunakan cinta dan kasih, bukan pengorbanan.
’’Kalau ada rasa menyesal, itu artinya berkorban,’’ tandas Sylvia.
Salah satu cara mengisi cinta dari dalam diri adalah dengan menyembuhkan inner child. Sylvia mengajak para ladies untuk bermain peran. Dia mengajak mereka menari dan menikmati alunan musik anak-anak.
’’Lihat diri kita saat anak-anak, rasakan seolah kita adalah anak berusia tiga tahun,’’ ujar Sylvia.
Para ladies pun dengan senang ikut menari dan bermain. Kemudian Sylvia meminta mereka berpasang-pasangan. Satu orang berperan sebagai ibu, dan seorang lagi menjadi anak.
’’Sekarang yang jadi mama lepas tangan anaknya. Biarkan anak bermain sendirian. Lalu si anak tutup mata, bayangkan bagaimana rasanya ditinggal mama,’’ kata Sylvia.
Workshop Powerful Woman bersama komunitas Ladies Study pada Kamis (14/3).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
