Ilustrasi indigo. (Freepik)
JawaPos.com - Fenomena Anak Indigo telah menjadi topik pembicaraan yang semakin umum dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dalam sorotan akan anak-anak ini yang dianggap istimewa, kita sering lupa untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman Indigo berlanjut ke masa dewasa.
Pertanyaan yang muncul adalah: apa yang terjadi dengan Indigo ketika mereka tumbuh dewasa?
Indigo dewasa bukanlah sesuatu yang baru. Sebenarnya, banyak orang percaya bahwa mereka telah ada selama beberapa dekade terakhir.
Kita mungkin sudah akrab dengan karakteristik-karakteristik khas Indigo anak-anak, tetapi apa yang bisa kita pelajari dari Indigo dewasa? Mari kita telusuri beberapa tanda-tanda yang dimiliki oleh Indigo Dewasa berdasarkan Learning Mind.
1. Selalu Perlu Tahu Mengapa
Indigo Dewasa cenderung tidak puas dengan penjelasan yang dangkal. Mereka memiliki dorongan yang kuat untuk memahami alasan di balik segala sesuatu. Mereka mempertanyakan ketidakadilan, penderitaan, kebencian, dan perang, mencari makna di balik setiap peristiwa.
Hal ini mencerminkan rasa empati yang dalam dan ketidakpuasan mereka terhadap kekejaman manusia terhadap sesama.
2. Tidak Suka Otoritas yang Tidak Perlu
Indigo Dewasa sering menentang otoritas karena mereka tidak percaya bahwa otoritas selalu benar. Mereka mungkin telah mengalami konflik di sekolah karena menentang cara-cara konvensional. Meskipun terkadang dianggap sebagai provokator, mereka sebenarnya hanya tidak bisa membisu ketika mereka melihat ketidakadilan.
3. Tidak Tahan Melihat Penderitaan Orang Lain
Karena empati yang mendalam, Indigo Dewasa sulit untuk melihat orang lain menderita. Mereka mungkin menghindari berita atau media yang penuh dengan kekerasan karena tingkat empati yang tinggi membuat mereka merasakan rasa sakit emosional saat menyaksikan penderitaan orang lain.
Baca Juga: RM BTS Cetak Rekor Baru di Billboard 200 dengan Album 'Indigo' yang Masuk Chart Setelah Rilis Vinyl
4. Kedekatan dengan Hewan
Indigo Dewasa sering memiliki hubungan yang kuat dengan hewan. Mereka mungkin aktif dalam penyelamatan hewan atau mendukung amal hewan. Mereka juga menikmati waktu di alam dan merawat tanaman, karena mereka memahami hubungan yang saling terkait antara manusia dan alam.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
