
Ilustrasi stunting./Halodoc
JawaPos.com - Stunting dan gizi buruk sama-sama menjadi permasalahan dalam pertumbuhan anak di Indonesia.
Namun, masih banyak yang belum dapat membedakan antara stunting dan gizi buruk, serta seringkali menyangka keduanya adalah hal yang sama.
Menurut Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, stunting dan gizi buruk amat berbeda meskipun keduanya sama-sama harus dicegah sejak 1.000 hari pertama kehidupan.
Stunting ditandai dengan pertumbuhan anak yang melambat, sehingga tubuhnya lebih pendek dan tampak lebih muda dibanding anak seusianya.
Kondisi stunting berdampak pada gangguan metabolisme anak dan mengakibatkan ukuran fisik tubuh yang tidak optimal.
Stunting pada anak diukur dari perbandingan tinggi badan dengan usia anak tersebut, dan disebut sebagai kekurangan gizi dalam jangka panjang.
Pencegahan stunting dilakukan sejak masa kehamilan ibu dengan mengonsumsi zat gizi penting untuk pertumbuhan janin.
Antara lain asam folat yang dapat mencegah bayi dari kecacatan, kalsium yang dibutuhkan untuk menunjang perkembangan tulang dan gigi janin serta membantu jantung, saraf, dan otot janin berkembang baik.
Kemudian protein untuk menyempurnakan pertumbuhan janin, zat besi untuk mencegah anemia dan risiko kematian ibu dan janin, serta vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi janin.
Selain itu, ibu hamil juga menjaga aktivitas fisik yang aman, istirahat cukup, menjaga kebersihan diri, serta memeriksakan kehamilan secara teratur.
Sedangkan gizi buruk disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang relatif singkat.
Anak dengan gizi buruk ditandai dengan kulit anak yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, dan otot mengecil.
Kondisi anak yang mengalami kekurangan gizi dan gizi buruk dapat pula menyebabkan perut anak menjadi buncit.
Indikasi gizi buruk pada anak diukur dari berat badan dan mudahnya mengalami infeksi karena kekebalan tubuh yang rendah.
Gizi buruk juga mengakibatkan pertumbuhan anak cenderung berhenti sebelum waktunya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
