Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 20.45 WIB

Sukralosa: Apakah Pemanis Buatan Ini Aman di Konsumsi dan Ampuh Menurunkan Berat Badan?

ilustrasi sukralosa. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi sukralosa. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Saat kita memulai diet, hal pertama yang ingin kita hindari ialah gula rafinasi dan pilihan pertama yang terlintas dalam pikiran yaitu sukralosa.

Sukralosa membuat makanan lebih manis dibandingkan gula rafinasi, juga mengurangi asupan kalori.

Meskipun para ahli mengatakan pemanis ini aman, ada beberapa penelitian yang menunjukkan efek sampingnya.

Sukralosa, pemanis buatan tanpa kalori yang berasal dari sukrosa. Ini sekitar 600 kali lebih manis dari gula biasanya digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman memberikan rasa manis tanpa berkontribusi terhadap asupan kalori.

Bahan ini disukai banyak orang karena stabilitasnya dalam kondisi suhu tinggi, cocok untuk memasak dan membuat kue, kata dietitian Kejal Shah.

Lalu, sukralosa tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah dan insulin karena tidak dimetabolisme oleh tubuh, dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Selasa (30/1).

“Ia melewati sistem pencernaan dan tidak diserap, menjadikannya pemanis yang tepat untuk penderita diabetes atau mereka yang ingin mengatur gula darahnya,” jelas sang ahli.

Sebuah penelitian dari Applied Physiology, Nutrition and Metabolism menunjukkan fakta bahwa sukralosa tidak mempengaruhi sensitivitas insulin.

Tidak seperti pemanis lainnya, sukralosa tetap stabil pada suhu tinggi sehingga cocok untuk dimasak dan dipanggang sehingga aman dikonsumsi.

“Tidak ada zat berbahaya yang terbentuk selama proses pemanggangan, memungkinkan terciptanya suguhan rendah kalori dan bebas gula. Namun, disarankan untuk mengikuti pedoman penggunaan yang disarankan untuk mempertahankan rasa manis dan menghindari potensi perubahan rasa atau tekstur,” papar Shah.

Disisi lain, beberapa penelitian menunjukkan sebaliknya. Studi yang dipublikasikan Food Chemistry menunjukkan fakta memanaskan sukralosa dengan gliserol dapat menghasilkan zat berbahaya disebut kloropropanol.

Ada beragam pandangan mengenai apakah konsumsi sukralosa berdampak pada kesehatan usus.

Sebuah studi di Frontiers in Physiology menunjukkan mengkonsumsi sukralosa selama 6 bulan berdampak pada mikrobioma usus dan meningkatkan peradangan.

Namun, penelitian lain seperti study The British Journal of Nutrition menunjukkan fakta bahwa hal itu tidak berdampak pada mikrobioma usus.

“Efek keseluruhannya tampaknya netral bagi kebanyakan orang, sedangkan untuk berat badan, sukralosa sering digunakan sebagai penolong penurunan berat badan karena rendah kalori. Ini memberikan rasa manis tanpa berkontribusi terhadap asupan energi secara keseluruhan, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi kalori dan mengatur berat badan, meski respons individu mungkin berbeda-beda dan penting untuk mempertimbangkan kebiasaan makan secara keseluruhan agar pengelolaan berat badan efektif,” ungkap Shah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore