
Kondisi jalan raya di kota ketika hujan turun dengan derasnya./Akun Pinterest (@Pinterest)
JawaPos.com - Saat ini musim hujan telah tiba. Menyaksikan air jatuh dari awan ke tanah secara bersamaan sungguh indah. Hujan sukses memanjakan mata.
Bukan hanya bunyinya yang menenangkan atau baunya yang menentramkan, hujan juga menawarkan banyak pesona lainnya hingga mampu membuat penikmatnya bersedia meluangkan waktu hanya untuk memandangnya.
Di masa kecil, mandi hujan adalah hal yang bisa. Sebagian anak-anak suka melakukannya bersama teman-temannya.
Saat itu banyak aktivitas yang bisa dilakukan secara bersama-sama tanpa memikirkan hal-hal lainnya.
Misalnya pergi ke lapangan untuk bermain bola saat hujan. Meskipun lapangannya becek, tanahnya lembek, rumputnya licin, itu semua tidak membuat semangat bermain bola luntur. Justru di sana daya tariknya.
Tidak hanya bermain bola, terkadang hanya berlarian bersama teman saat hujan saja sudah menyenangkan.
Apalagi ketika menemukan pancuran, tidak ragu menempatkan tubuh di bawahnya dan berebut menikmati air hujan dari sana.
Saat masa kanak-kanak sepertinya mudah untuk mengizinkan tubuh disapa oleh air hujan.
Namun seiring bertambahnya usia, hujan terlihat seperti hal yang menakutkan. Sulit sekali mengizinkan tubuh untuk terkena air hujan.
Selalu ada yang dikhawatirkan, misalnya takut bikin rambut kotor atau merasa tidak nyaman bila pakaian terkena air hujan.
Bahkan daripada memilih keluar dan bermain bersama hujan, orang-orang dewasa lebih menyukai memandangnya saja.
Namun dari semua itu, dilansir dari mdface ketakutan terbesar yang dimiliki kebanyakan orang adalah kerusakan pada kulit.
Oleh karenanya, supaya mendapatkan informasi lebih jelas terkait dampak air hujan pada kulit, simak penjelasan berikut ini.
Dilansir dari mdface, Donna Fay Graziano seorang pakar kecantikan memiliki sudut pandang tersendiri terkait manfaat air hujan pada kulit.
Donna menjelaskan bahwa ada atau tidaknya manfaat air hujan pada kulit tergantung lokasi dan kualitas udara yang dihasilkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
