
Ilustrasi orang yang sedang sakit gigi.( timesofindia.indiatimes.com)
JawaPos.com – Salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian di negara maju adalah penyakit jantung. Saat ini, prevalensi penyakit jantung di Indonesia juga terus meningkat.
Umumnya, faktor klasik seperti merokok, obesitas, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan stress yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa reaksi peradangan (inflamasi) dari penyakit infeksi kronis, termasuk pada gigi, juga menjadi faktor risiko penyakit jantung.
Dikutip dari postingan akun TikTok @gelarsramdhani pada Selasa (28/11), seorang pengikutnya bercerita tentang mendiang anaknya yang terkena penyakit jantung dari bakteri di gigi.
Pemilik akun yang seorang dokter gigi ini pun menjelaskan bahwa hal itu memang dapat terjadi karena gigi dan jantung dihubungkan oleh pembuluh darah.
Dikutip dari Cleveland Clinic pada Selasa (28/11), infeksi gigi dapat berdampak pada penyakit jantung koroner (PJK), peradangan otot jantung, dan katup jantung.
Endokarditis, suatu penyakit infeksi pada katup dan permukaan endotel jantung dapat disebabkan oleh invasi bakteri atau mikroorganisme lain. Infeksi ini sering terjadi pada penyakit jantung kongenital atau bawaan.
Infeksi endokarditis dahulu banyak disebabkan oleh bakteri, namun sekarang juga dapat disebabkan oleh mikroorganisme lain seperti jamur dan virus. Infeksi ini dapat berasal dari infeksi kronis pada rongga mulut dan gigi.
Teori fokal infeksi menjelaskan bahwa penyakit dapat menyebar dari gigi ke organ tubuh lain, di mana racun, sisa-sisa kotoran, dan mikroba dapat menyebar ke organ seperti ginjal, mata, kulit, dan jantung.
Gigi yang dibiarkan berlubang, dibiarkan, dan tidak dirawat akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Bakteri yang terdapat dalam lubang gigi atau gusi yang mengalami peradangan dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyerang katup jantung atau otot jantung yang melemah.
Untuk mencegah infeksi endokarditis, perlu dilakukan perawatan gigi secara teratur, termasuk perawatan saluran akar dan pembersihan karang gigi.
Pada pasien berisiko tinggi, terutama yang memiliki kelainan jantung, pemberian antibiotika profilaksis sebelum prosedur dental, terutama yang melibatkan jaringan periodontal dapat mengurangi risiko.
Pencegahan melalui perawatan gigi yang baik dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk menghindari potensi komplikasi kesehatan yang berkaitan dengan infeksi gigi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
