Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2023 | 01.56 WIB

Lawan Cinderella Complex! Sindrom Ketergantungan Terhadap Pasangan yang Membuat Para Perempuan Tak Mandiri

Ilustrasi sindrom cinderella complex./ sumber: Freepik

JawaPos.com –  Istilah cinderella complex pertama kali diperkenalkan pada tahun 1981 oleh Colette Dowling, seorang terapis asal New York, pada bukunya yang berjudul ‘The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence’.

Dalam bukunya dijelaskan bahwa, cinderella complex adalah sebuah sindrom yang terjadi ketika seorang wanita cenderung bergantung pada orang lain. 

Terutama pada pria atau pasangannya, karena tidak dididik untuk menghadapi ketakutan dan masalahnya sendiri.

Meski belum dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental, sindrom cinderella complex sering dihubungkan dengan gangguan psikologis tertentu, misalnya gangguan kepribadian dependen atau tidak bisa mandiri.

Dikutip Siloam Hospitals dari International Journal of Psychology, penyebab utama sindrom cinderella complex adalah, adanya penilaian bahwa wanita hanyalah sebagai pihak yang menerima, sementara pria sebagai pihak yang lebih banyak memberi dan bekerja.

Akibatnya, sebagian wanita cenderung berpikir akan ada orang lain yang membantu mereka saat dihadapkan pada kesulitan, sehingga menyebabkan kualitas diri menurun.

Ada lima gejala yang ditimbulkan dari sindrom cinderella complex yaitu:

- Memimpikan pasangan yang bisa melindungi, mengayomi, dan menyediakan segala kebutuhannya.

- Rela berkorban demi pasangan.

- Mudah kehilangan rasa percaya diri.

- Cenderung menerima segala keputusan yang diambil oleh pasangan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore