
kulit yang terpapar sinar matahari yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kulit, paling parah adalah kanker kulit (sumber: pexels/Mikhail Nilov)
JawaPos.com - Kulit dapat rusak akibat sinar matahari, terutama jika Anda memiliki masalah hiperpigmentasi akibat jerawat.
Tapi jangan khawatir, beberapa bahan dalam produk perawatan kulit dapat membantu memperbaikinya, asalkan kita juga mengurangi paparan sinar matahari dan selalu mengenakan tabir surya saat akan beraktivitas di luar ruangan.
Perlu diketahui, bahwa hingga 80 persen sumber terpercaya dari penuaan kulit yang tampak disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV) diebabkan oleh matahari?
Bukan karena penuaan itu sendiri, bukan pula karena stres, ataupun kurang tidur. Garis halus dan bintik-bintik penuaan pada kulit kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan akibat sinar matahari.
Dilansir dari media Healthline, Jum'at (10/11), berikut cara mengatasi dan mencegah hipermentasi yang disebabkan karena paparan sinar matahari berdasarkan sains.
1. Gunakan selalu tabir surya untuk aktivitas di luar ruangan
Hampir 95 persen dari sinar matahari yang mencapai permukaan Bumi adalah UVA. Sinar-sinar ini tetap kuat meskipun langit mendung atau melalui kaca.
Meski begitu, menghindari dari aktivitas luar bukanlah solusi terbaik. Sebaliknya, penting untuk melindungi diri dengan menutupi tubuh, terutama menggunakan tabir surya.
Menurut rekomendasi Food and Drug Administration (FDA), disarankan untuk membatasi paparan sinar matahari terutama antara jam 10 pagi hingga 2 siang ketika sinar matahari paling intens. Penggunaan pakaian pelindung, topi, kacamata hitam, dan tabir surya sangat disarankan.
Melakukan pencegahan jauh lebih sederhana dan mudah daripada mencoba memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Namun, ada berbagai opsi pengobatan yang tersedia untuk mengatasi tanda-tanda penuaan yang muncul akibat kerusakan sinar matahari.
Dengan menggunakan produk-produk skincare yang memiliki kandungan mengembalikan dan memperbaiki barier yang rusak yang disebabkan oleh sinar matahari, ini dia beberapa kandungannya:
- Niacinamide, Menurut Lortscher, niacinamide adalah bahan yang kuat yang berfungsi untuk mengurangi bercak gelap dan hiperpigmentasi kulit.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa niacinamide dapat bertindak sebagai antioksidan, meningkatkan fungsi penghalang epidermis kulit, mengurangi hiperpigmentasi, mengurangi garis halus dan kerutan, mengurangi kemerahan dan bintik-bintik pada kulit, mengurangi warna kekuningan pada kulit, serta meningkatkan elastisitas kulit.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat pigmen agar tidak muncul di permukaan lapisan kulit dan juga mengurangi produksi pigmen. Niacinamide juga mudah ditemukan dalam banyak serum dan pelembab, sehingga bisa dengan mudah menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit Anda.
Jika Anda masih berusaha mengatasi bercak gelap yang baru muncul, penting untuk dengan cermat memantau rutinitas perawatan kulit Anda.
Jenis bercak ini dapat bertahan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Istilahnya adalah hiperpigmentasi pasca-peradangan dan biasanya disebabkan oleh cedera pada kulit, seperti luka, luka bakar, atau psoriasis, walaupun jerawat adalah penyebab yang paling umum.
Meskipun sinar matahari juga bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi, paparan sinar matahari tambahan dapat membuat bercak semakin gelap. Selalu periksa komposisi bahan dalam produk baru skincare untuk memastikan tidak ada bahan yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Mengapa melindungi kulit dari sinar matahari sangat penting?
Kerusakan akibat sinar matahari tidak hanya terlihat dari tanda-tanda, bercak, dan tanda penuaan yang terlihat di kulit, Lorstcher memperingatkan bahwa sinar matahari adalah karsinogenik. "Sinar matahari menghambat beberapa fungsi sistem kekebalan tubuh, yang memegang peran penting dalam perkembangan kanker kulit."
Ya, baik sinar UVA maupun UVB adalah "tim" yang bersama-sama berkontribusi terhadap risiko kanker kulit, dan keduanya beroperasi dengan berbagai cara. Sementara UVB dapat membuat kulit terbakar dan merah, UVA dapat meresap ke dalam kulit tanpa menunjukkan tanda-tanda peringatan yang jelas.
Kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sinar UVA meliputi kehilangan elastisitas kulit, penipisan kulit, garis-garis halus dan keriput, serta masalah kulit lainnya seperti pembuluh darah yang pecah, kulit kering dan kasar, serta risiko kanker kulit.
***

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
