Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 April 2020 | 21.55 WIB

Virus Korona 'Menular' Lewat Tren Fashion Pesona Covid-19 Endorphin

Tren batik bermotif Covid-19 karya Indriya bertema Pesona Covid-19 Endorphin. (Istimewa) - Image

Tren batik bermotif Covid-19 karya Indriya bertema Pesona Covid-19 Endorphin. (Istimewa)

JawaPos.com - Setelah Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto tampil dengan busana batik bermotif virus dan diasumsikan seperti virus Korona. Kini virus tersebut benar-benar menjadi tren di kalangan dunia fashion. Batik tetap teknik yang dipiluh pada kain wastra Nusantara kali ini.

Goresan motif virus Korona dibubuhkan di atas kain batik. Di tangan desainer, penulis dan dosen asal Bandung bernama Indriya, batik trsebut diberi nama IRD 'Pesona Covid-19 Endorphin'. Dia mengklaim batik tersebut memiliki motif batik bermuatan dakwah, pendidikan, dan bisnis syariah.

"Di mana di dalam motif tersebut mengandung filosofi. Pertama, transformasi kandungan Al-Quran secara aplikatif melalui motif batiknya, kedua yakni pendidikan berciri khas nilai ajaran ulama dan cendekiawan, ketiga yaitu implementasi kearifan lokal yang berasal dari seni budaya melalui pengembangan sikap percaya diri kepada masyarakat," kata Indriya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).

Dia mencontohkan situasi wabah yang terjadi sekarang ini seperti zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, di mana pada zaman pemerintahan saat itu pernah terjadi wabah yang bermula di daerah Awamas, sebuah kota sebelah barat Yerussalem, Palestina. Di dalam buku biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husein Haekal menjelaskan, wabah tersebut menjalar hingga ke Syam (Suriah), bahkan ke Irak. Diperkirakan kejadian wabah ini akhir 17 Hijriah, dan memicu kepanikan massal saat itu.

“Pesona Covid-19 Endorphin sebagai media pendidikan islam bagian dari gaya berpikir dalam Al-Quran, dakwah, sekaligus bernilai bisnis syariah," jelasnya.

Menurut Indriya, dalam setiap helai batik terkandung simbol, filosofi, dan sekaligus budaya yang merupakan bagian dari suatu peradaban suatu bangsa. Karya batik 'Pesona Covid-19 Endorphin' berasal dari salah satu gaya berpikir Alquran yaitu kontemplasi, sebagai media pendidikan islam yang memiliki nilai filosofis tersendiri. Motif batiknya bernuansa Al-Quran yang tentunya memiliki arti religius.

"Mengandung simbol dari penciptaan mahluknya yang berpasangan, di mana Covid-19 memiliki sifat negatif dan mematikan, sedangkan endorphin memiliki sifat positif yang membuat manusia berbahagia ketika menghasilkan hormon ini di otak," katanya.

Menurut Indriya, motif batik ini merupakan pengingat kepada sang pencipta dengan segala kuasaNya mampu menciptakan sebuah virus Covid-19 yang mematikan. Dan hormon endorphin sebagai salah satu obat alami, yang dapat dihasilkan dari badan kita sendiri ketika merasa bahagia.

"Sebagai salah satu imun alami yang akan keluar di dalam otak kita, ketika kita merasakan bahagia," tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=cW3QAeatc2E

 

https://www.youtube.com/watch?v=jvypl6GZQOE

 

https://www.youtube.com/watch?v=JBtKCObt2eg

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore