Ilustrasi kuliner Tionghoa peranakan yang dicari saat Imlek
Selain dekorasi merah dan emas yang menghiasi sudut kota, satu hal yang tak pernah terlewatkan adalah tradisi kuliner.
Bagi masyarakat Tionghoa Peranakan, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol doa, harapan, dan keberuntungan di tahun yang baru.
Kota Medan dikenal luas sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di Indonesia. Saat Imlek tiba, sejumlah tempat makan Tionghoa Peranakan justru semakin ramai diburu.
Mulai dari sajian mi panjang umur, kwetiau simbol kelimpahan, hingga dimsum yang identik dengan kebersamaan keluarga.
Berikut ini lima kuliner Tionghoa Peranakan di Medan yang paling banyak dicari dan kerap menjadi tujuan wajib saat perayaan Imlek dilansir dari Google Maps.
1. Bakmi Hock Seng — Mi Panjang Umur Favorit Warga Medan
Bakmi Hock Seng telah lama menjadi ikon kuliner Tionghoa Peranakan di Medan. Sajian bakmi di tempat ini dikenal dengan tekstur mi yang kenyal, tidak mudah putus, serta racikan bumbu sederhana namun kaya rasa.
Saat Imlek, bakmi menjadi simbol panjang umur dan kehidupan yang berkelanjutan. Tak heran jika banyak keluarga memilih menyantap bakmi Hock Seng sebagai bagian dari tradisi menyambut tahun baru.
Meski tampilan menunya terlihat sederhana, cita rasa yang konsisten membuat tempat ini selalu dipadati pelanggan setia.
2. Kwetiau Ateng — Aroma Wok Hei yang Menggoda
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022