
Ilustrasi seporsi rawon khas Malang. (Pandu Novembiar/Google Maps)
JawaPos.com - Rawon dikenal sebagai salah satu makanan sup daging khas Jawa Timur dengan kuah hitam yang berbahan dasar kluwek.
Namun, seiring perkembangan zaman, penyesuaian rempah hasil daerah, sejarah, dan tradisi lokal, penyajian rawon di sejumlah kota di Jawa kini memiliki ciri khas berbeda.
Perbedaan ini terlihat dari kuah, bumbu, hingga lauk pendamping yang menjadikan rawon semakin beragam dan kaya rasa.
Rawon diyakini sudah disebut dalam Prasasti Taji (901 M) dengan sebutan rarawwan. Prasasti yang ditemukan di Ponorogo, Jawa Timur, ini membuktikan bahwa rawon memang telah menjadi bagian kuliner nusantara sejak era kerajaan Mataram Kuno.
Mengenal ragam perbedaan penyajian rawon di berbagai kota tidak hanya menambah wawasan kuliner.
Tapi juga membantu wisatawan kuliner untuk memilih varian rawon favorit kota mana pada saat berkunjung ke Pulau Jawa. Inilah 6 kota yang dikenal dengan rawonnya yang unik dan berbeda.
Rawon Surabaya bisa disebut sebagai varian paling populer. Kuahnya hitam pekat karena penggunaan kluwek yang cukup banyak. Rasanya gurih kuat dengan sedikit sentuhan manis.
Potongan daging sapi empuk menjadi bintang utama, dilengkapi dengan tauge pendek, sambal, telur asin, dan kerupuk udang. Kekentalan kuah Surabaya membuatnya terasa penuh dan kaya.
Di Malang, kuah rawon cenderung lebih ringan dibanding Surabaya. Penggunaan rempah seperti serai dan daun jeruk memberi aroma segar.
Rasanya tidak terlalu pekat, tetapi tetap gurih dan menggugah selera. Rawon Malang biasanya disajikan dengan kerupuk udang, sambal terasi, dan taburan bawang goreng yang membuatnya terasa lebih seimbang di lidah.
Rawon Pasuruan dikenal karena penggunaan rempah yang lebih menonjol. Ketumbar, jintan, dan jahe menjadi ciri khas yang membuat kuahnya harum.
Tidak heran jika banyak penikmat rawon menyebut varian ini memiliki “lapisan rasa” yang lebih kaya. Meski tidak sepekat Surabaya, kuah rawon Pasuruan terasa hangat dan berbumbu.
Beberapa tempat juga menyajikannya bersama sate komoh. Sate komoh adalah sate sapi khas daerah Pasuruan dengan bumbu bakar cenderung pedas cabai, yang membuat pengalaman menyantap rawon semakin istimewa. Sate ini terkenal di daerah Pasuruan dan Probolinggo
Banyuwangi menghadirkan rawon yang agak berbeda. Kuah gurih khas rawon dipadukan dengan sedikit rasa asam, biasanya dari belimbing wuluh atau asam jawa. Kombinasi gurih dan segar ini membuat rawon Banyuwangi terasa unik.
Selain rawon biasa, di Banyuwangi juga tersedia inovasi kuliner seperti “pecel rawon” yang mana gabungan pecel sayur dengan kuah rawon hitam. Menu ini memperlihatkan kreativitas kuliner masyarakat lokal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022