Ilustrasi tradisi Bungo Lado/ANTARA News
JawaPos.com-Tradisi memperingati Maulid Nabi dilaksanakan selama bulan Rabiul Awal terutama pada tanggal 12 Rabiul Awal.
Maulid Nabi biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembacaan sirah kenabian, makanan bersama, kegiatan sosial, sampai memperbanyak membaca shalawat.
Namun, di berbagai daerah di Indonesia terdapat pula tradisi yang unik khas lokal dan turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi.
Sejumlah daerah-daerah di Indonesia masih mempertahankan berbagai tradisi Maulid Nabi Muhammad yang syarat makna dan tinggi nilai budaya.
Tradisi tersebut telah berkembang sejak masa penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Wali sampai kemudian menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat setempat.
Setiap simbol yang digunakan dalam perayaan Maulid Nabi memiliki makna tersendiri.
Mulai dari rasa syukur, mengenang perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, sampai bentuk suka cita atas kelahiran sosok yang membawa Islam sebagai petunjuk bagi umatnya.
Berbagai tradisi ini bisa anda temukan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara, sampai Sulawesi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
