
Warga menjemur ikan-ikan bilih yang ditangkap di sungai ombilin, yang airnya tengah mengalir deras dari danau Singklarak, Sumatera Barat. (TikTok @rosieakbar)
JawaPos.com - Ikan bilih kembali menjadi perhatian setelah warga memanen jenis ikan endemik itu di aliran Sungai Ombilin, kawasan hilir Danau Singkarak, Sumatera Barat.
Arus deras yang muncul seiring perubahan debit danau membuat ikan-ikan kecil ini terbawa ke sungai dalam keadaan mabuk sehingga mudah ditangkap warga.
Fenomena ini menambah sorotan terhadap keberadaan ikan bilih yang selama ini hanya hidup alami di Danau Singkarak dan menjadi kebanggaan kuliner masyarakat setempat.
Ikan bilih yang secara ilmiah dikenal sebagai Mystacoleucus padangensis merupakan spesies endemik yang habitat alaminya hanya berada di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar.
Perubahan arus dan aktivitas warga di sekitar danau membuat pergerakan bilih ke Sungai Ombilin semakin sering terjadi, terutama saat ikan ini bersiap memijah atau ketika debit air menguat.
Berikut penjelasan lengkap mengenai ikan bilih, karakteristik, habitat, hingga pemanfaatannya.
Ikan bilih hanya ditemukan di Danau Singkarak, satu-satunya habitat alami di dunia. Wilayah penyebaran potensialnya berada di sejumlah nagari di sekitar danau.
Seperti Singkarak, Sumpur, Saningbaka, Muaro Pingai, Padang Laweh, Batu Taba, Simawang, hingga Paninggahan.
Ikan ini kerap berupaya berenang ke hulu ketika hendak memijah. Pada waktu tertentu, terutama saat arus menguat, bilih dapat terbawa ke aliran Sungai Ombilin, kondisi yang dimanfaatkan warga untuk menangkapnya.
Ikan bilih memiliki ukuran relatif kecil, dengan panjang total bisa mencapai 116 mm. Tubuhnya berbentuk bulat memanjang dan pipih dengan warna keperakan. Sisiknya kecil, tipis, dan tersusun rapat.
Terdapat duri kecil di muka sirip punggung (procumbent dorsal spine) yang mengarah ke depan.
Sirip punggung memiliki rumus IV (duri keras) dan 8–9 jari-jari lunak.
Sirip dubur III.8; sirip dada I.14–15; sirip perut II.9.
Pangkal sirip punggung sejajar dengan awal sirip perut.
Ekor bertipe homocercal atau berbentuk simetris.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022