Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 November 2025 | 18.17 WIB

Kvass, Minuman Fermentasi Roti yang Kembali Jadi Kebanggaan Rusia di Tengah Tren Modern Dunia

Segelas kvass tradisional Rusia yang terbuat dari roti gandum hitam, dikenal dengan cita rasa asam manis yang menyegarkan dan kandungan alkohol rendah. (The Cocktail Society) - Image

Segelas kvass tradisional Rusia yang terbuat dari roti gandum hitam, dikenal dengan cita rasa asam manis yang menyegarkan dan kandungan alkohol rendah. (The Cocktail Society)

JawaPos.com - Banyak yang mengira bahwa minuman khas Rusia adalah vodka. Namun, sesungguhnya ada minuman tradisional lain yang jauh lebih tua, lebih lembut, dan lebih dekat dengan keseharian masyarakat Rusia. Minuman tersebut adalah kvass, hasil fermentasi roti yang kini kembali populer dan menjadi simbol kebanggaan kuliner Rusia di tengah gempuran modernisasi industri minuman.

Menurut Encyclopaedia Britannica, kvass merupakan minuman fermentasi yang berasal dari roti gandum hitam (rye bread) atau malt gandum. Proses pembuatannya melibatkan peragian alami yang menghasilkan kadar alkohol sangat rendah biasanya di bawah 1,5 persen sehingga minuman ini dapat dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk anak-anak. Dalam sejarahnya, kvass telah dikenal sejak abad ke-10 dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Slavia Timur.

Lebih dari sekadar minuman penyegar, kvass memiliki makna budaya yang dalam. Dalam laporan Russia Beyond oleh Eremeeva, disebutkan bahwa kvass dahulu dianggap sebagai “minuman rakyat sejati”. Di masa Kekaisaran Rusia, hampir setiap rumah tangga memiliki wadah fermentasi sendiri, dan aroma khas kvass kerap memenuhi dapur atau halaman belakang rumah. Sifatnya yang alami, menyehatkan, dan murah, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Rusia, terutama di pedesaan.

Kvass tidak hanya diminum langsung, tetapi juga digunakan sebagai bahan dasar kuliner. Salah satu olahan paling populer adalah okroshka, sup dingin yang disajikan pada musim panas. Minuman ini memberi rasa segar dan sedikit asam yang berpadu sempurna dengan sayuran dan daging yang ada di dalam sup tersebut. Britannica mencatat bahwa kvass menjadi bagian penting dari menu musim panas, terutama sebelum munculnya minuman bersoda modern.

Namun, seiring perkembangan zaman dan masuknya budaya konsumsi minuman impor, popularitas kvass sempat meredup di kota-kota besar. Generasi muda Rusia mulai beralih ke minuman berkarbonasi dan kopi internasional. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap produk tradisional lokal kembali meningkat. Banyak produsen mulai melihat potensi besar dalam menghadirkan kembali kvass dengan kemasan modern dan cita rasa baru.

Salah satu inovasi yang menarik datang dari konsep “white kvass”, sebagaimana dilaporkan oleh Tarasevich dalam Russia Beyond. Varian baru ini menggunakan roti yang lebih ringan dan proses fermentasi yang menghasilkan warna lebih cerah, rasa yang lembut, serta aroma mirip bir muda. White kvass menjadi simbol kebangkitan tradisi lama dalam format baru mencerminkan keseimbangan antara nostalgia dan modernitas yang digemari pasar global.

Kini, kvass tak hanya tersedia di jalanan atau pasar tradisional, tetapi juga menjadi produk komersial yang dijual di restoran, kafe, dan bahkan pasar internasional. Pemerintah Rusia pun melihat potensi besar dalam ekspor minuman ini sebagai bagian dari promosi budaya nasional. Kvass telah menembus pasar Eropa Timur, Baltik, dan beberapa negara Asia yang tertarik dengan tren minuman fermentasi alami.

Dengan sejarah panjang, makna budaya yang kuat, dan inovasi yang terus berkembang, kvass membuktikan bahwa warisan kuliner tradisional tidak harus hilang di tengah arus modernisasi. Justru, ia bisa menjadi simbol bagaimana masyarakat menjaga akar budayanya sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Dari meja makan petani Rusia hingga rak supermarket global, kvass terus bertransformasi tanpa kehilangan jiwanya. Kvass telah menjadi bukti bahwa minuman sederhana pun bisa memiliki kisah yang mendalam tentang identitas, sejarah, dan kebanggaan nasional. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore