Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 22.44 WIB

Lalampa: Lemper khas Manado Bercita Rasa Autentik Lengkap dengan Resep yang Bisa Kamu Coba di Rumah!

Hidangan Lalampa Khas Manado. (cookpad)

JawaPos.com – Siapa di sini yang sering terkecoh antara lalampa dan lemper? Sekilas bentuknya memang mirip, yakni sama-sama berbahan dasar ketan, dibungkus daun pisang, lalu dipadatkan memanjang. Tak jarang, orang baru sadar kalau yang mereka gigit bukan lemper setelah rasa khasnya muncul di lidah. Tapi tahukah kamu, lalampa punya sejarah dan budaya yang membuatnya unik di antara kudapan tradisional Nusantara.

Lalampa berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dan biasa digunakan sebagai bekal dalam perjalanan atau suguhan ketika acara adat. Kalau lemper biasanya berisi ayam suwir atau abon, lalampa justru menggunakan ikan tongkol asap sebagai isian utama. Isian ikan asap dipilih karena ikan laut mudah diawetkan dan cocok dengan cuaca tropis ditambah aroma asap memberi cita rasa khas. Lalampa umumnya terbuat dari ketan putih, santan, dan isian ikan tongkol yang disuwir, lalu dibumbui rempah-rempah.

Ditambah lagi, setelah dibungkus daun pisang, lalampa tidak langsung disajikan, melainkan dibakar terlebih dahulu. Hasilnya adalah aroma asap yang menggoda berpadu dengan gurihnya ketan dan pedas aromatik dari isian ikan asap. Tak heran kalau banyak yang menyebut lalampa sebagai “lemper versi Manado” dengan sentuhan rasa lebih kompleks.

Bayangkan aroma daun pisang yang terbakar pelan di atas bara, berpadu dengan gurihnya ikan asap berbumbu rempah. Meskipun terlihat rumit, lalampa sebenarnya bisa dibuat sendiri di rumah dengan langkah yang sederhana dan bahan yang cukup mudah ditemukan. Ingin tahu caranya? Yuk simak resep lengkap dan langkah-langkah membuatnya berikut ini sebagimana dilansir dari YouTube Ceceromed Kitchen.

Resep Lalampa khas Manado by YouTube Ceceromed Kitchen

Bahan Isian:

  • 500 gr ikan tongkol asap (buang kepala & durinya, lalu suwir)
  • 100 gr bawang merah
  • 8 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah besar
  • 70 gr cabai rawit merah
  • 4 cm jahe
  • 7 butir kemiri (sangrai)
  • 3 batang serai (geprek)
  • 10 lembar daun jeruk (iris halus)
  • 8 lembar daun pandan muda (iris halus)
  • 4 lembar daun kunyit ukuran kecil (iris halus)
  • 1 ikat daun kemangi
  • 3 iris jeruk nipis (perasan)
  • 250 ml santan sedang
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • Minyak goreng secukupnya

Bahan Ketan:

  • 1 kg beras ketan (rendam 1 jam, cuci bersih)
  • 1 liter santan (dari 1 butir kelapa)
  • 1 sdm garam
  • 6 lembar daun pandan

Daun Pembungkus:

  • Daun pisang (layukan di atas api agar lentur)

Cara Membuat:

Menyiapkan Isian

  • Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, jahe, dan kemiri.
  • Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
  • Masukkan serai, daun jeruk, daun pandan, dan daun kunyit, aduk rata.
  • Tambahkan ikan tongkol asap suwir, aduk rata.
  • Tuang santan, beri garam dan kaldu bubuk, masak hingga agak kering.
  • Masukkan daun kemangi, aduk hingga layu.
  • Tambahkan perasan jeruk nipis, aduk rata, lalu angkat.

Memasak Ketan

  • Rebus santan bersama garam dan daun pandan.
  • Masukkan beras ketan, aduk terus hingga santan terserap.
  • Matikan api, diamkan 15 menit.
  • Pindahkan ketan ke kukusan, kukus ±40 menit sampai matang.

Baca Juga: Resep Ayam Bakar Bumbu Rujak ala Chef Devina Hermawan, Pedas Manisnya Bikin Nambah Nasi

Membungkus & Membakar

  • Ambil selembar daun pisang, taruh ketan, pipihkan.
  • Beri isian ikan di tengah, tutup lagi dengan ketan.
  • Bentuk lonjong, padatkan, lalu gulung dengan daun pisang hingga rapat.
  • Semat ujungnya dengan lidi.
  • Olesi lalampa dengan sedikit minyak goreng, lalu bakar di atas api arang atau teflon hingga daunnya harum dan sedikit gosong.

Lalampa bukan sekadar camilan tradisional, melainkan potret kearifan lokal masyarakat pesisir Manado yang cerdas memanfaatkan hasil laut dan teknik pengawetan sederhana. Perpaduan ketan gurih, isian ikan tongkol asap berbumbu, serta aroma daun pisang yang dibakar menjadikannya istimewa dan berbeda dari kudapan Nusantara lainnya.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore