
Ayam betutu ala Chef Devina Hermawan (YouTube Devina Hermawan)
JawaPos.com - Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, dan Bali adalah salah satu daerah yang berhasil menjaga warisan kulinernya tetap hidup. Dari sekian banyak sajian khas Pulau Dewata, Ayam Betutu menempati posisi istimewa. Hidangan ini bukan hanya terkenal karena cita rasanya yang gurih dan pedas, tetapi juga karena nilai budaya, sejarah, dan spiritual yang menyertainya.
Sejarah dan Makna Budaya Ayam Betutu
Dikutip dari artikel di Indonesian Journal of Tourism and Hospitality Management (WAKATOBI), sejarah Ayam Betutu dapat ditelusuri sejak masa Kerajaan Majapahit. Pada saat itu, teknik memasak dengan bumbu lengkap dan metode pemanggangan lambat diperkenalkan ke masyarakat Bali. Lambat laun, cara masak ini menyatu dengan tradisi lokal dan menghasilkan hidangan yang dikenal hingga kini.
Dalam budaya Bali, Ayam Betutu sering disajikan dalam upacara adat, perayaan keagamaan, dan acara keluarga besar. Ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya berfungsi untuk mengenyangkan perut, melainkan juga sebagai simbol rasa syukur dan persembahan kepada yang suci.
Ciri Khas dan Proses Memasak
Dilansir dari merahputihbali.com, ciri khas Ayam Betutu adalah penggunaan base genep, yaitu bumbu lengkap khas Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, kemiri, serai, cabai, serta rempah lain. Semua bumbu ini dihaluskan, ditumis, lalu dilumurkan ke seluruh bagian ayam, baik luar maupun dalam.
Kata betutu sendiri berasal dari proses memasaknya: ayam yang dibalut bumbu lalu dimasak perlahan di bara api sekam atau dikukus dengan daun pisang agar bumbu benar-benar meresap. Cara memasak inilah yang memberi cita rasa khas, sulit ditemukan di masakan lain. Hasil akhirnya adalah ayam dengan daging yang sangat empuk, kaya rempah, dan memiliki aroma khas daun pisang.
Cita rasa Ayam Betutu biasanya pedas, gurih, dengan sedikit manis, serta jejak rasa smokey dari proses pemanggangan. Kombinasi rasa inilah yang membuatnya begitu memikat bagi siapa saja, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.
Filosofi dan Pelestarian
Lebih dari sekadar kuliner, Ayam Betutu menyimpan filosofi budaya Bali. Proses memasaknya yang panjang mencerminkan nilai kesabaran, ketekunan, dan penghormatan terhadap tradisi. Dalam banyak upacara adat, Ayam Betutu bukan hanya hidangan utama, tetapi juga bagian dari persembahan sakral. Dengan demikian, hidangan ini memiliki dimensi religius yang kuat, memperkuat identitas kuliner dan budaya masyarakat Bali.
Kini, Ayam Betutu tidak hanya ditemukan dalam upacara adat, tetapi juga di rumah makan, hotel, hingga menjadi bagian dari paket wisata kuliner Bali. Kehadirannya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun internasional. Beberapa restoran bahkan menyesuaikan tingkat kepedasan agar bisa dinikmati berbagai kalangan, tanpa menghilangkan ciri khas rempahnya.
Menariknya, meskipun identik dengan proses memasak yang lama, kini sudah ada resep praktis yang bisa dicoba di rumah. Kamu tidak harus pergi ke Bali untuk menikmati Ayam Betutu, karena banyak resep sederhana yang bisa kamu coba, salah satunya dari Chef Devina Hermawan. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan teknik yang lebih praktis, kamu bisa menghadirkan cita rasa Bali langsung dari dapur sendiri.
Resep Ayam Betutu (untuk 6-8 porsi)
Bahan bumbu halus:
Bumbu rajang:

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
