Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 05.36 WIB

Berbeda dengan Cita Rasa Makanan Lain yang Ada di Pulau Jawa, Inilah 3 Alasan Kelezatan Makanan Khas Surabaya

Ilustrasi pedagang makanan khas Surabaya. - Image

Ilustrasi pedagang makanan khas Surabaya.

JawaPos.com - Cita rasa makanan khas Surabaya selalu unik dan menjadi sorotan, mulai dari Lontong Balap, Rujak Cingur, hingga Soto Ambengan.

Cita rasa makanan khas Pulau Jawa selalu dikenal lebih manis, tapi lain halnya dengan makanan khas Kota Pahlawan ini yang gurih, pedas, manis, serta rasa lainnya yang cukup unik.

Dilansir dari laman Unilever Food Solutions pada Minggu (11/05) inilah 3 alasan kelezatan makanan khas Surabaya:

1. Penggunaan Petis

Petis adalah bumbu semacam sambal yang terbuat dari bahan dasar yang sangat penting dalam beberapa hidangan Surabaya. Masakan seperti lontong balap, tahu tek, dan tahu campur semuanya mengandalkan petis untuk memberikan kedalaman rasa yang khas.

Mengutip dari laman FIB Unair pada Minggu (10/05) petis adalah bumbu yang dibuat dari bahan dasar udang, ikan, atau daging yang direduksi hingga menjadi pasta pekat.

Konon katanya, bumbu petis ini sudah ada sejak Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Seiring berjalannya waktu, petis mengalami adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan baku.

2. Kombinesi unik cita rasa

Berbeda dengan kebanyakan masakan di kota-kota di pulau Jawa yang cenderung manis, masakan Surabaya menawarkan variasi rasa yang lebih kompleks.

Sentuhan asin dan manis yang didapat dari petis, dipadukan dengan kepedasan dari cabai dan keasaman dari air asam Jawa atau buah asam seperti kedondong, menciptakan profil rasa yang unik.

Sehingga bagi para wisatawan atau warga lokal sangat bisa menikmati makanan khas Surabaya yang sesuai dengan selera masing-masing.

3. Metode pengolahan yang beragam

Masakan khas Surabaya tidak hanya kaya rasa, tapi juga menawarkan berbagai teknik pengolahan yang menambah keistimewaan hidangannya. Mulai dari direbus, goreng, hingga bakar.

Setiap metode dipilih untuk memaksimalkan tekstur dan rasa bahan, hingga menjadikan setiap hidangan tidak hanya lezat tapi juga memanjakan mata.

Dalam upaya mempertahankan cita rasa kuliner khas Surabaya ini, sudah menjadi kewajiban bagi setiap warga asli untuk melestarikannya agar resep atau cita rasa makanannya tetap autentik meskipun sudah termakan zaman.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore