Berbagai varian gelato khas Italia yang lembut dan penuh cita rasa, menjadi simbol kuliner yang telah bertahan dari masa Renaissance hingga era modern. (Destination Florence)
JawaPos.com - Gelato bukan sekadar makanan penutup manis, tetapi juga simbol budaya yang merepresentasikan tradisi panjang kuliner Italia.
Sejarahnya berakar sejak era Renaissance, ketika catatan menunjukkan bahwa Catherine de’ Medici memperkenalkan es krim ke istana Prancis setelah menikah dengan Raja Henry II.
Namun, menurut Wine, Food & Friends (IWFS), bentuk awal gelato bahkan dapat ditelusuri lebih jauh, di mana masyarakat kuno telah mencampurkan salju gunung dengan madu dan buah sebagai cikal bakal hidangan dingin ini.
Florence menjadi pusat penting perkembangan gelato modern. Seperti dicatat oleh Destination Florence, seorang arsitek sekaligus seniman bernama Bernardo Buontalenti dianggap sebagai pencipta resep gelato pertama pada abad ke-16.
Ia menggunakan bahan sederhana seperti susu, madu, kuning telur, dan sedikit anggur, yang kemudian berkembang menjadi dasar dari gelato khas Italia. Kota Florence sejak itu menjelma sebagai ikon utama gelato, di mana banyak toko tradisional berdiri hingga hari ini.
Memasuki era modern, gelato tetap mempertahankan keunikannya dibanding es krim biasa. Seperti dijelaskan oleh Why Gelato, gelato menggunakan lebih banyak susu dibanding krim, serta memiliki kandungan lemak yang lebih rendah.
Proses pengadukan yang lambat juga menghasilkan tekstur lembut dan padat dengan rasa yang lebih intens. Inilah yang menjadikan gelato berbeda, tidak hanya dari sisi bahan tetapi juga pengalaman sensorial yang ditawarkannya.
Kini, gelato tidak hanya hadir di Italia, melainkan telah mendunia. Dari kafe kecil di Florence hingga kedai modern di New York atau Tokyo, gelato tetap membawa identitas kuliner Italia yang kuat.
Transformasi dari tradisi ke modernisasi justru memperluas pesona gelato, menjadikannya bukan sekadar makanan penutup, melainkan warisan budaya yang hidup.
Sebagaimana ditegaskan oleh berbagai catatan sejarah kuliner, gelato hari ini adalah bukti bagaimana Italia mampu merawat tradisi sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
